Zonasi Guru: Kemendikbud: Cegah Terjadinya Penumpukan Guru

0
397

JAKARTA, INAPOS – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), akan memberlakukan sistem zonasi terhadap guru-guru , untuk mencegah terjadinya penumpukan di salah satu satu sekolah favorit.

“Semua guru itu akan kita sebar. Jadi tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sekolah harus favorit. Apalagi kan pelayanan publik sekolah ini, dan tidak boleh ada diskriminatif, tidak boleh ada perbedaan. Sekolah negeri ini kan sekolah  sebagai pelayanan publik. Semua masyarakat  harus mendapatkan pelayanan yang sama,”kata Dirjen GTK Supriano dalam taklimat media pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNKP) 2019 di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2).

Supriano menjelaskan, zona ini akan dimanfaatkan untuk peningkatan atau pelatihan para guru. Guru nanti dilatih berbasis zona. Tidak lagi dilatih  ke pusat.

“Kalau dilatih ke pusat jumlahnya tentu tidak terlalu banyak, karena kan membutuhkan perjalanan, cost yang besar, meninggalkan kelas dan sekolah, “ujar Supriano.

Untuk itu  nantinya guru di Sekolah Dasar (SD) pelatihan dilakukan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Sedangkan, jenjang SMP, pelatihan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Misalkan untuk SMP terdapat 10 mata pelajaran sehingga ada 10 MGMP. Sedangkan zona SMP terbagi 4.800 di seluruh Indonesia.

Supriano menambahkan, melalui basis zona,  nantinya satu kegiatan pelatihan bisa diikuti 480 ribu guru apabila satu MGMP berisi 10 guru. Pelatihannya akan melihat evaluasi hasil Ujian Nasional (UN). Jadi, pelatihan setiap zona akan berbeda.

“Kemendikbud  tidak menyiapkan modul, tapi unit pembelajaran untuk dibahas. Ke depan, fokus kepada proses pembelajaran. MGMP nanti lebih banyak melatih pedagogi, sedangkan konten hanya 30 persen,”ungkapnya.

Kebijakan zonasi Guru dan pelatihan ini diharapkan sudah mulai diterapkan pada tahun ini. (red)