Zaenudin : Pemerintah Harus Segera Perbaiki SDN Bojong Duren

0
265

KABUPATEN SUKABUMI,- Puluhan pelajar SDN Bojong Duren Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi terpaksa harus melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diteras depan ruang kelas, pasalnya salah satu ruang kelas di sekolah tersebut mengalami rusak berat dibagian atapnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Bojong Duren, Nyanyang Resmana mengatakan, atap ruang kelas roboh sejak tiga bulan yang lalu sehingga aktivitas KBM terpaksa kami lakukan di teras depan luar kelas.

“Kami sudah melaporkan kondisi robohnya atap kelas tersebut ke UPTD Kecamatan Jampang Tengah dan diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sejak Desember 2018 yang lalu,” katanya.

Ia mengungkapkan, semula pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menjanjikan akan mengalokasikan bantuan melalui program DAK tahun 2019 ini, namun baru – baru ini diketahui bantuan tersebut gagal didapatkan.

“Awalnya direspon pihak dinas, namun menurut informasi bantuan DAK tersebut malah ga jadi di realisasikan, padahal kami sangat berharap bantuan DAK tersebut,” ungkapnya.

Nyanyang menambahkan, selain ruang kelas II yang roboh, dua ruang kelas lainnya, juga terancam hancur dan tak bisa di gunakan untuk aktivitas KBM, sehingga tidak memberikan rasa nyaman bagi siswa-siswi di sekolah ini.

“Kalau tidak secepatnya dibangun dan diperbaiki, jelas kegiatan belajar mengajar kami terhambat, apalagi anak kelas VI akan menghadapi UAS,” paparnya.

Terpisah, salah seorang Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi, Zaenudin mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk dapat memperbaiki kerusakan sejumlah ruang kelas di SDN Bojong Duren Jampang Tengah.

“Kerusakan ruang kelas yang ada di SDN Bojong Duren tersebut masuk kedalam katagori rusak berat seharusnya menjadi salah satu prioritas pembangunan,” ujar Zaenudin saat dihubungi via selulernya Selasa (19/2/19).

Jika terus dibiarkan, Lanjut Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi tersebut, jelas akan sangat membahayakan keselamatan para pelajar di sekolah tersebut.

“Selain tidak nyaman, ini juga sangat berbahaya bagi para pelajar, jika saat mereka belajar kemudian tiba-tiba atapnya roboh atau bangunannya ambruk gimana?,” imbuhnya.

Meski demikian, hal tersebut semoga tidak pernah terjadi, intinya adalah pemerintah harus segera melakukan tindakan jangan sampai kemudian hal ini dibiarkan secara beelarut-larut.

“Kami meminta agar sekolah tersebut segera diperbaiki di tahun 2019 ini,” tegasnya.(Eko Arief)