ZA : Sambut Pilkada 2020 dengan Demokrasi Damai

0
403

INAPOS, MUARABUNGO– Pendidikan Politik merupakan salah satu cara untuk mentransformasikan nilai, ideologi dan norma politik ke dalam masyarakat. Khususnya kepada calon pemilih pada pemilihan umum, dan pemilu serentak untuk memilih Gubenur dan Wakil Gubenur serta Bupati dan Wakil Bupati harus disambut gembira yang akan dilangsungkan Tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Mantan Bupati dua periode dan anggota DPR RI dua periode, Drs.H.Zulfikar Achmad(ZA), selaku sesepuh politik Kabupaten Bungo, menyampaikan pada pertemuan dengan puluhan tokoh masyarakat di rumah makan sederhana 11 Oktober 2019

Zulfikar Achmad mengatakan pendidikan politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

“Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Bungo, merupakan bagian dari negera indonesia yang menganut sistem politik yang demokratis. Untuk mewujudkan negara demokrasi salah satunya melalui pesta demokrasi yang sesuai dengan harapan. Proses demokrasi yang sehat mensyaratkan adanya partisipasi politik yang otonom dari warga negara. Partisipasi politik yang otonom ini hanya dapat dimungkinkan jika warga negara cukup terdidik secara politik,” papar ZA

Anggota DPR RI tersebut juga menyatakan, dalam mencapai target peningkatan partisipasi politik, dibutuhkan dialog politik yang lebih massif serta pendidikan politik. “Melalui dialog dan pendidikan politik diharapkan dapat mewujudkan kesadaran dan partisipasi berdemokrasi dalam meningkatkan pengetahuan politik bagi masyarakat untuk mendorong peningkatan partisipasi secara maksimal dalam sistem politik,” imbuhnya.

Menurut ZA dengan memahami demokrasi maka bisa menciptakan manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yakni adanya keinginan dan kemampuan dari masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai. Demikian juga melahirkan sikap toleransi atas adanya perbedaan ide dan pandangan politik yang ada dimasyarakat, adanya kesadaran untuk menghadirkan penyelenggaraan pergantian pemimpin secara teratur yang tidak menggunakan kekerasan, dan mengakui serta menghargai adanya keanekaragaman serta adanya jaminan tegaknya keadilan. Untuk itulah pentingnya pemahaman politik melalui dialog politik dan pendidikan politik.

“Demokrasi memberi ruang kepada rakyatnya untuk memberikan “suara” dan mengungkapkan kepentingan masing-masing, namun jangan sampai melanggar hak asasi dan kepentingan orang lain. Indonesia sebagai negara demokrasi dengan diwarnai oleh hadirnya partai politik sebagai manifestasi dari suatu sistem politik yang mewakili aspirasi rakyat,” imbuh ZA (Ares).