Yuslih Ceritakan Sejarah Manggar

0
340

Manggar Lahir 9 Oktober 1871.

 

 

INAPOS, Babel – Dalam rangka peringatan hari jadi Kota Manggar ke 146, pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama DPRD Kabupaten Belitung Timur melaksanakan melaksanakan Sidang Paripurna Istimewa IV masa persidangan III tahun sidang 2017 dengan agenda “Peringatan hari jadi Kota Manggar ke 146”. Peripurna diikuti oleh berbagai Instansi di wilayah Belitung Timur dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Belitung Timur, Tom Haryono Harun, senin (9/10/2017).

 

Disampaikan oleh Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza bahwa ibukota Kabupaten Belitung Timur yang merupakan pusat pemerintahan perekonomian dan kebudayaan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah sebagaimana yang telah diubah dengan undang-undang nomor 9 tahun 2015 memberikan otonomi bagi kabupaten atau kota untuk mengatur sebagai kewenangan yang tentunya termasuk pula didalamnya kewenangan untuk menetapkan hari jadi suatu daerah.

 

Menurut Yuslih, “Wilayah pada hakekatnya dapat diartikan sebagai hari terbentuknya eksistensi suatu wilayah yang menjadi tempat awal suatu masyarakat bermukim dan berkehidupan dasar ekonomi sosial politik maupun kultural dan depan cara metamorfosis konsep hari jadi ini sering diartikan pula sebagai hari lahir atau hari kelahiran suatu wilayah atau masyarakatnya.” Pungkas Yuslih.

 

Penetapan hari jadi, juga akan melengkapi identitas diri dari wilayah tersebut oleh karena itu penentuan hari jadi sebuah kota atau daerah sudah dilakukan melalui penelaahan dan pengkajian berbagai materi dari berbagai sumber informasi dan fakta sejarah. kemudian, “dari hasil hari jadi suatu ke utara daerah juga akan menjadi sebuah tonggak menjadi suatu tanda simbolik dimulainya sebuah pemerintahan di suatu daerah peristiwa bersejarah itu patut diperingati sebagai refleksi terwujudnya idealisme harapan keselamatan kesuksesan dan Perjuangan tanpa henti guna meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya.” Ujar Yuslih.

 

Karena itu, penetapan hari jadi sebuah kota atau daerah sebagaimana cara dapat dilakukan yang sering atau lazim adalah mencari dan melacak serta menemukan momentum penting yang mempunyai makna dalam perjalanan sejarah daerah tersebut, yang kemudian dapat diterima sebagai sebuah kesepakatan untuk kemudian dipilih dan ditetapkan sebagai hari jadi, Ia juga mengatakan, “Menetapkan hari jadi adalah juga proses memilih suatu tanggal bulan dan tahun yang dianggap paling mendekati kemungkinan faktual dalam bingkai semangat kebersamaan berapa opsi yang tersedia yang kemungkinan yang kemudian disepakati untuk dijadikan keputusan bersama untuk menetapkan hari jadi Kota Manggar telah melewati sejarah dari masa lampau.” Kata Yuslih.

 

Dalam penyampaian Paripurna, Yuslih menceritakan sekilas tentang sejarah terbentuknya Kota Manggar, di mana pada tahun 1861 NV biliton maatschappij membuka distrik tambang “Burung Mandi Lenggang”, distrik ini Pada awal berdirinya berpusat di sungai boro kampung burung mandi, dan selanjutnya, menurut Catatan sejarah distrik ini merupakan cikal bakal terbentuknya distrik tambang Manggar.

 

Lalu, Pada tahun 1862 tepatnya tanggal 3 Agustus seorang ahli tambang Hindia Belanda, De Groot, yang merupakan salah satu pionir perusahaan tambang NV Billiton Maatschappij melakukan ekspedisi sampai ke sungai Manggar, peristiwa ini memberikan inspirasi bagi de Groot untuk mengusulkan Manggar menjadi ibukota distrik tambang Burong Mandi Lenggang, sehingga dengan usulan tersebut Lubuk Batu di sungai Lenggang yang semula direncanakan sebagai ibukota distrik burong mandi Lenggang akhirnya dipindah ke Manggar.

 

Dilanjutkan Yuslih, dalam buku Golden book biliton jilid 1 pada tahun 1863 tambang timah Nomor 14 Manggar dibuka di sebelah kanan Sungai Manggar tambang inilah yang kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan Manggar lama pada tahun 1866 nama distrik tambang burung mandi Lenggang diubah menjadi distrik Manggar peristiwa ini semakin memberikan perkembangan dan memperkokoh Manggar sebagai sebuah kesatuan wilayah yang berkembang dengan baik secara sosial maupun strukturnya.

 

Selanjutnya, pada tanggal 9 Oktober 1871 adalah momen diterbitkannya undang-undang atau Step Blade pemerintah Hindia Belanda nomor 146 tanggal 9 Oktober 1871 tentang wilayah keimigrasian dalam undang-undang itu disebutkan distrik tambang Manggar sebagai sebuah daerah yang diakui untuk tujuan yang sah bagi orang asing dari bangsa timur.

 

“Diterbitkannya undang-undang atau Step dari Pemerintah India Belanda nomor 146 tanggal 9 Oktober 2001 tentang wilayah keimigrasian yang diakui distrik tambang Manggar sebagai sebuah daerah untuk tujuan yang sah bagi orang asing dari bangsa timur ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap Manggar sebagai suatu wilayah sehingga tanggal 9 Oktober 1871 ini dipilih menjadi hari jadi Kota Manggar.” Tutup Yuslih, senin (9/10/2017).

(Imron.L/Dn)


Komentar Anda?