Yudi Syamhudi : Indonesia Ikut Menandatangani Deklarasi Masyarakat Pribumi di PBB

0
103

Inapos, Jakarta.- Puluhan Organisasi Masyarakat (Ormas) menggelar agenda yang bertajuk ‘Bangkit & Bersatu’. Agenda tersebut juga dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Gedung Djoeang 45, Jakarta Pusat, Sabtu (28/10/17) sore.

Dari puluhan Ormas yang hadir diantaranya ialah Ormas Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) yang diketuai oleh Yudi Syamhudi Suyuti. Yudi sangat mengapresiasi acara tersebut, terlebih dalam momentum Sumpah Pemuda.

Yudi menyampaikan, selamat atas terlaksananya acara ‘Kebangkitan Pribumi’. “Untuk menjadi masyarakat multi kultural tentu kita tidak bisa beranjak tanpa akar sosio kultural kita. Yaitu masyarakat Pribumi, perjuangan memperkuat hak-hak rakyat Pribumi adalah pencapaian keadilan dan kesetaraan. Bukan sebagai bentuk rasisme,” ucap Yudi.

Karena Pribumi adalah fakta. Bagaimana mungkin kita sebagai Pribumi diam saja merasakan ketimpangan sosial, ekonomi dan politik yang timpang dengan warga negara non-Pribumi. Sementara kita bicara tentang Hak Asasi Manusia (HAM) atau dalam spesifik Indonesia, kemanusiaan yang adil dan beradab. Dan jika persepsikan Pribumi diciptakan sebagai gangguan, ini justru karena Negara tidak berusaha menciptakan keadilan. Sebabnya karena Negara justru dikuasai para pencipta rasisme di masyarakat.

Kita bicara Pribumi, lanjut Yudi, “bukan bicara rasisme, justru Malaysia ketika mencanangkan revolusi mental oleh Tun Abdul Razak, Malaysia melakukan sebuah penataan antara masyarakat Bumi Putra, masyarakat pendatang dan masyarakat asing,” jelas Ketua MRI.

Di Indonesia belum lama ini, ketika Anies Baswedan seusai dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta dalam pembacaan pidatonya, menjadi sebuah permasalah dan yang menjadikan masalahnya justru menjadi masalah sendiri.

Yudi juga membuka sejarah Pribumi Internasional, “ada yang mengatakan Intruksi Presiden (Inpres) ditahun 1998, bahwa tidak diperbolehkan mengatakan Pribumi dan non-Pribumi. Sementara deklarasi masyarakat Pribumi di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 2007, Indonesia juga ikut serta menandatangani masyarakat Pribumi tersebut dan juga sudah dimaterialkan menjadi keputusan Majelis Umum PBB, jadi tidak ada permasalahan bila kita menyatakan dan memperjuangkannya,” tutupnya.

Puluhan Ormas juga membacakan Ikrar Kebangkitan Pribumi dan Penandatanganan Ikrar Kebangkitan Pribumi sebagai bentuk perjuangan. (Elwan)


Komentar Anda?