YPSGJ Support Pencegahan Covid-19

0
119

KOTA CIREBON.- Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati selaku penyelenggara Universitas Swadaya Gunung Jati dan Klinik Cakrabuana terpanggil untuk mendukung upaya pemerintah dalam melawan penyebaran Covid-19. YPSGJ sangat prihatin yang mendalam dengan masih banyaknya keluarga dan kerabat kita yang terpapar Covid-19.

Hal ini menunjukkan bahwa sampai
dengan saat ini masih saja terjadi penyebaran Covid-19 dan masih banyak keluarga kita yang belum maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menangkal penyebaran Covid-19 lebih luas.

Berdasarkan laporan dari Rektor, para Dekan, dan Direktur Pascasarjana bahwa kegiatan perkuliahan pada UGJ berlangsung dengan baik melalui pembelajaran daring (online) sehingga tidak mengganggu kegiatan akademik, termasuk ujian.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Dadang Sukandar Kasidin
menyatakan, bahwa dampak dari penyebaran Covid-19 ini akan dapat mengganggu semua sendi kehidupan, baik bidang pendidikan, ekonomi, sosial, keagamaan, dan keamanan.
Masalah yang sangat krusial adalah terhambatnya perkembangan ekonomi
dan akan mendorong inflasi.

“Untuk itulah, tiada pilihan lain agar kita semua menggunakan semua potensi yang dimiliki untuk mengatasi penyebaran Covid-19 lebih luas secara bersama-sama dan bergotong-royong,” ujarnya, Jum’at (24/4/20).

Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati memfasilitasi Fakultas Kedokteran pada UGJ serta Klinik dan Laboratorium Cakrabuana untuk berpartisipasi dan peduli membantu Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon serta masyarakat dalam melawan penyebaran Covid-19.

Klinik & Laboratorium Cakrabuana ini memiliki fasilitas Lab Genetika yang modern yang hanya dimiliki oleh 3 perguruan tinggi di Indonesia.

Upaya yang dilakukan Yayasan dengan memberikan dukungan finansial kepada FK-UGJ serta Klinik dan Lab Cakrabuana dalam menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Produk kesehatan yang dihasilkan FK-UGJ untuk membantu masyarakat, Pemerintah Kabupaten dan Kota Cirebon, serta Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten dan Kota Cirebon.

Upaya-upaya lain yang sedang dan akan segera dilakukan FK-UGJ adalah mengoptimalkan fungsi Laboratorium sebagai Pusat untuk mendiagnosis Covid 19 dengan menggunakan RT
PCR untuk mengukur Swab dan menganalisis kemungkinan seseorang terinfeksi Covid-19 terutama untuk PDP atau ODP atau masyarakat yang merasakan ada gejala dalam waktu 3 jam sudah dapat terdiagnosis.

Penetapan FK UGJ sebagai Laboratorium
Pengukuran Swab merupakan salah satu dari lima PTS dan 5 PTN di Indonesia yang ditunjuk pemerintah pusat melalui Puslitbangkes menjadi kebanggaan bagi YPSGJ.

“Untuk menghargai penunjukan ini, maka saya minta agar FK-UGJ dapat menjalankan tugas ini dengan sungguh-sungguh dan maksimal sehingga dapat secara langsung membantu masyarakat,” pintanya.

Upaya lain yang dilakukan Civitas Akademika UGJ agar sejalan dengan fungsi sosial dari YPSGJ untuk membantu masyarakat.

Upaya pemberian bantuan sosial yang dilakukan Civitas Akademika UGJ merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang terkena dampak meluasnya penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, saya berpesan kepada sivitas akademika UGJ dan juga masyarakat pada umumnya agar dapat menjaga
kesehatan diri, menghindari kemungkinan terpapar Covid-19 dengan diam di rumah, kerja dari rumah, belajar dari rumah,
menjaga jarak dalam berkomunikasi dengan yang lain, selalu menggunakan masker jika ke luar rumah, sesering mungkin mencuci tangan, serta harus selalu gembira agar menjaga imun
tubuh.

“Mari selalu hidup bersih dan sehat, hindari hal-hal yang dapat menyebabkan penyebaran covid-19. Kita semua harus selalu memiliki kesadaran untuk minta perlindungan Allah SWT
dari Covid-19 dan harus berdisiplin menerapkan Protokol Kesehatan,” ucapnya.

Jadilah orang yang beruntung dengan memiliki kesadaran untuk selalu meminta perlindungan Allah dan jadilah orang yang cerdas dengan selalu berdisiplin.

“Dengan demikian kata kunci dari semua upaya itu adalah “Kesadaran & Disiplin” agar dapat melawan penyebaran Covid-19,” tutupnya. (Kris)