Yoseph Umarhadi : Bendung Cikeusik Harus Diselamatkan

0
180

KUNINGAN.- Bendung Cikeusik yang berada di Desa Legok Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan mempunyai nilai sejarah yang patut dibanggakan, pasalnya bendung ini dibangun pada jaman Belanda dan berusia Seratus Tahun lebih.

 

Bendungan ini mampu mengairi 6000 hektar sawah yang berada di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Ironisnya bendungan ini kini kondisinya mulai mempperihatinkan.

“Kondisi bendung Cikeusik ini perlu perbaikan, kalau bisa diselamatkan, karena bendung ini memiliki nilai historis yang tinggi,” kata Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi didampingi Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung saat meninjau Bendung Cikeusik, Rabu sore (14/11).

Dikatakan Yoseph, bahwa perlu ada langkah-langkah yang cepat dan konkrit untuk menyelamatkan bendungan yang berusia seratus tahun, karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat pertanian.

“Saya minta kepada BBWS agar segera mengambil langkah konkrit untuk melakukan perencanaan terkait penanganan bendungan ini” ucapnya.

Sebagai Komisi yang membidangi ini, dirinya akan membantu mendorong agar pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran untuk penyelamatan Bendungan tersebut, kalaupun memang Anggaran dari APBN tidak mencukupi mungkin akan diambil dari dana pinjaman.

“Saya akan mendorong pemerintah pusat untuk menalokasikan anggaran demi menyelamatkan bendungan bersejarah ini, karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan maka harus segera dilakukan perbaikan secara keseluruhan,” terang Yoseph.

Sementara itu, menurut Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dr. Ir. Happy Mulya. ME menyatakan pihaknya akan segera melakukan perencanaan untuk perbaikan Bendungan ini, dimana bahwa tahun depan akan segera dilakukan renovasi secara keseluruhan dengan menggunakan anggaran yang berasal dari World Bank (Bank Dunia-red), namun saat ini BBWS sedang mengatasi dengan penanganan darurat terlebih dahulu karena anggaran yang ada hanya untuk penanganan sementara.

“Tahun depan BBWS sudah mengalokasikan anggaran untuk desain Bendung baru, namun tadi ada masukan dari Pak Yoseph (Yoseph Umarhadi) agar ini tetap dipertahankan karena bendungan ini adalah warisan jaman dulu” tutur Happy.

Happy juga meminta kepada semua pihak agar bersama-sama menjaga bendungan yang mempunyai nilai sejarah ini, karena kerusakan bendung ini bukan hanya Faktor alam tetapi juga faktor manusia yang melakukan aktivitas Galian pasir dibawah hingga mengakibatkan degradasi yang cukup signifikan. (Kris)


Komentar Anda?