INAPOS, CIREBON – Sekolah Internasional akan segera hadir di Kota Cirebon, sesuai dengan perkembangan Kota Cirebon yang semakin maju.

Sekolah yang akan berdiri diatas lahan seluas kurang lebih 3 Hektar dan berlokasi di Komplek Stadion Bima ini direncanakan membuka kelas sejak dari tingkat SD sampai SMA.

Emiliya Efendi, selaku pemilik lahan akan membangun Sekolah dengan Fasilitas yang mumpuni. Dengan tinggi bangunan 5 Lantai, Sekolah tersebut digadang gadang menjadi Sekolah dengan taraf Internasional terbesar di Kota Cirebon.

“Mudah-mudahan Tahun 2022 Sekolah itu sudah berdiri, karena peletakan batu pertamanya sudah dilakukan 2017 lalu” Ujar Emil.

Istri dari Ifan Efendi importir Bawang Putih ini mencoba merambah kedunia yang lain, bila selama ini aktif dibidang sosialnya, Emil mencoba membuka usaha dibidang pendidikan dengan taraf Internasional.

“Tujuannya bukan hanya usaha yah, tetapi juga saya memperhatikan dunia pendidikan juga khususnya untuk Cirebon” tutur Emil.

Lokasi rencana berdirinya Sekolah Internasional Cirebon

Ketua Umum Yayasan Amal Nusatan Utama (Yanu) ini menambahkan, dari berdirinya Sekolah itu, nantinya akan bisa menampung tenaga kerja yang banyak. Khusus untuk warga Cirebon, Emil akan lebih mengutamakan agar bisa bekerja di Sekolahnya.

Emilia Efendi selama ini terkenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi, selama ini, ia melalui Yanu terus bergerak dan selalu perduli terhadap orang yang kurang beruntung.

Salah satu program unggulannya, Yanu telah membantu masyarakat Cirebon. Dari mulai memberikan bantuan sembako, bantuan peralatan sekolah sampai dengan bantuan rehab rumah yang telah berjalan selama kurang lebih 5 Tahun belakangan ini.

Rencana pembangunan Sekolah tersebut bukan tanpa halangan. Pasalnya, ada pihak yang tidak bertanggung jawab mengaku sebagai pemilik lahan. Bahkan Securiti yang menjaga diareal lahan tersebut mengaku sering didatangi oleh orang yang menanyakan kepemilikan lahan tersebut.

Atas hal itu, Emil berinisiatif memasang tulisan didepan gerbang Lahan agar tidak ada oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan. (Kris)