Foto : Er/hms

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggalakkan berbagai program guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satunya memberikan beasiswa pendidikan untuk peningkatan sumber daya manusia yang unggul, menguasai teknologi, dan berdaya saing.

“Saat ini akses jalur beasiswa sudah terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat umum. Apalagi saat ini sudah digencarkan wajib sekolah hingga jenjang SMA. Ini terus kita dampingi dan informasikan, sehingga anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di Jateng dapat berkurang,” terang Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di rumah dinasnya, Minggu(13/03/2022).

Pada acara “Pekan Beasiswa S1, S2, dan S3” yang diselenggarakan Tunas Bertumbuh via zoom tersebut, Wagub menjelaskan sejumlah program guna mendukung Program Generasi Emas 2045, salah satunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi di bidang akademi yang berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi, untuk mengenyam pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK.

Hingga saat ini, Pemprov telah mempunyai 3 SMK Negeri yang mengratiskan semua biaya sekolah. Termasuk biaya pendidikan, peralatan sekolah, dan tinggal di asrama yang semuanya ditanggung Pemprov Jateng. Tiga SMK boarding school tersebut tersebar di tiga daerah. Yaitu SMKN Jateng di Semarang, SMKN Jateng di Pati, dan SMKN Jateng di Purbalingga.

“Mereka yang bersekolah di SMK Negeri Jateng mendapatkan beasiswa penuh. Artinya kita telah menyiapkan generasi muda Jateng supaya dapat mengenyam pendidikan. Selain itu juga ada beasiswa-beasiswa untuk anak-anak yang tidak mampu di luar sekolah boarding school kita (SMKN Jateng),” terangnya.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, pada tahun 2045 atau tepat 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Jumlah penduduk Indonesia dalam usia produktif akan lebih banyak dibanding usia nonproduktif. Sehingga Pemprov berusaha terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana kegiatan belajar para siswa, sehingga siswa lebih kreatif dan inovatif.

“Generasi muda sekarang cenderung menguasai teknologi di segala bidang. Sehingga kita harus menyiapkan ruang-ruang belajar yang mengikuti perkembangan teknologi. Jika dahulu model kegiatan belajar dilakukan di dalam ruang kelas, sekarang bisa dilaksanakan di manapun dengan berbagai sarana-prasarana pendukungnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan saat ini terdapat sekitar 15 SMK berbasis boarding school yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dari 15 SMK boarding school, tiga diantaranya yaitu SMKN Jateng yang menggratiskan semua biaya sekolah para siswanya.

Ia menjelaskan SMK Negeri Jateng saat ini terdapat di tiga daerah. Para peserta didik SMKN Jateng tidak hanya berorientasi untuk bekerja, melainkan juga disiapkan untuk berkompetisi melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Maka tugas dari satuan pendidikan mengantarkan sesuai dengan bakat dan minat mereka. Apalagi kurikulum sekarang disesuaikan dengan yang dibutuhkan peserta didik. Dan (karena itu) kami menyambut baik banyaknya beasiswa yang ada,” pungkasnya. (Er)