Wisata Religi di Kota Cirebon Tetap Bisa Dikembangkan di Masa AKB

0
50

KOTA CIREBON.- Di masa pandemi Covid-19, wisata di dalam negeri tetap bisa dikembangkan. Diantaranya wisata religi namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Silaturahmi Umrah dan Haji Indonesia (SAHI) DR. Hj. Siti Ma’rifah, SH., MH., saat bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati di Balaikota Cirebon, Kamis (17/9/20).

“Untuk saat ini, kondisi pariwisata memang tidak memungkinkan,” ungkap Siti.

Khususnya pariwisata dengan tujuan keluar negeri. Bahkan tidak hanya Indonesia saja, menurut Siti semua negara juga mengalami penurunan kunjungan pariwisata.

Namun saat ini, pariwisata sudah bisa digerakkan kembali. “Yang paling memungkinkan yaitu menggerakkan kembali pariwisata dalam negeri, salah satunya wisata religi,” terang Siti. Namun dengan tetap mengutamakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu pihaknya juga tetap berupaya untuk meningkatkan profesionalitas tour dan travel yang ada di Indonesia untuk menghindari adanya konsumen yang dirugikan. Salah satunya dengan pemberian sertifikasi.

Menyinggung kedatangan mereka ke Cirebon, Siti menuturkan bahwa mereka melakukan silaturahim dengan sejumlah pihak di Cirebon. Dimulai dengan melakukan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, selanjutnya ke pesantren Gedongan dan Buntet Pesantren dan disusul ke Pesantren Babakan Ciwaringin dan berkunjung ke KH. Said Aqiel Siradj.

Kedatangan mereka juga untuk mendorong agar bisa lahir ekonomi mikro dari pesantren untuk mendorong perbaikan ekonomi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara itu Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, menjelaskan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyambut baik kunjungan dari DPP SAHI.

“Kita akan menjalin sinergitas untuk bisa mendorong kembali perekonomian di Indonesia, khususnya di Kota Cirebon,” jelasnya.

Eti juga mengungkapkan bahwa Kota Cirebon kaya dengan wisata religi. Untuk itu, di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini pihaknya mendorong peningkatan wisata religi, khususnya untuk wisatawan dalam negeri. (Kris)