Wika dan KAI Wujudkan Program Pemerintah Satu Juta Rumah

0
385

Inapos, Jakarta.- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) mengembangkan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (10/10/17) siang hari.

Sinergi kedua BUMN ditandai dengan groud breaking TOD Stasiun Pasar Senen yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo.

Sinergi WIKA dan KAI merupakan dukungan BUMN terhadap program Presiden RI dan Kementerian PUPR untuk menyediakan satu juta rumah bagi masyarakat. WIKA dipercaya sebagai pengembang untuk membangun 480 unit rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), 882 unit apartemen untuk masyarakat menengah ke bawah dan kawasan komersil yang berada di atas lahan seluas 8.560m milik KAI.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo menjelaskan bahwa pengembangan kawasan dengan nilai investasi sekitar Rp 500 miliar tersebut akan berlangsung selama empat tahun dengan jangka waktu kerjasama usaha selama lima puluh tahun.

Bintang menambahkan bahwa pembangunan kawasan berkonsep TOD di Pasar Senen merupakan upaya mendukung program pemerintah untuk membangun satu juta rumah.

“Ini adalah salah satu wujud komitmen WIKA dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan. WIKA siap mendukung dengan bersinergi dengan berbagai BUMN pemilik lahan dalam hal ini KAI, untuk mewujudkan pembangunan TOD di area sekitar Stasiun Pasar Senen,” ucap Bintang.

Ke depan, WIKA bersama KAI berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mewujudkan program satu juta rumah dengan pembangunan kawasan TOD di aset-aset tanah milik KAI yang terintegrasi dengan stasiun untuk memudahkan mobilitas warga.

Pembangunan dan pengembangan kawasan TOD Stasiun Pasar Senen ini memperlengkap rencana pembangunan TOD serupa yang sedang dikembangkan oleh WIKA Group sebelumnya, yaitu pengembangan kawasan pada lokasi persinggahan kereta cepat sepanjang Jakarta – Bandung (Halim, Karawang, Walini, dan Tegal Luar).

Melalui TOD, kabupaten/kota yang dilewati jalur kereta dapat mengembangkan wilayah pertumbuhan baru dengan infrastruktur yang memadai, agar menjadi sentra bisnis, kawasan hunian, pusat pemerintahan, pendidikan dan wisata yang diminati masyarakat.

Strategi berskala global dan berkarakter lokal akan dikedepankan dengan sensitivitas yang tinggi terhadap kebutuhan perkembangan sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan hidup dari masyarakat sekitar.

“Diharapkan upaya ini juga bisa menjadi model bagi pengembangan kawasan layak huni dan ramah lingkungan di tanah air,” tegas Bintang. (Elwan)