Selasa, Juni 25, 2024
BerandaNusantaraWaskita Lakukan Pencarian Root Cause atas Kecelakaan Tol Trans Jawa

Waskita Lakukan Pencarian Root Cause atas Kecelakaan Tol Trans Jawa

JAKARTA – Proyek Jalan Tol Pasuruan Probolinggo merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp2,9 triliun dan memiliki panjang ruas 31,3 km.

Menurut rilis yang diterima redaksi, Minggu (29/10/2017), pembangunan proyek ini terdiri dari tiga seksi, Seksi 1 sepanjang 8 KM melewati Grati-Nguling, Seksi 2 perbatasan Nguling, Pasuruan-Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 km dan Seksi 3 Sumberasih-Leces sepanjang 17,3 km. Saat ini Progress Fisik Pekerjaan proyek adalah sebesar 46,6% dari Rencana sebesar 50,9%.

Pekerjaaan pemasangan empat Girder (erection) pembangunan flyover yang akan menghubungkan Desa Plososari dengan Desa Cukurgondang yang merupakan pengganti jalan kabupaten dilaksanakan selama dua hari yaitu Sabtu 28 Oktober 2017 mulai pukul 13.44 WIB berlokasi di Desa Cukurgondang Kecamatan Grati Pasuruan telah dilakukan pekerjaan erection tiga Girder sepanjang 50,8 m dan sudah dilakukan pemasangan bresing dengan menggunakan dua crane masing-masing kapasitas 250 ton dan 150 ton. Pada hari Minggu 29 Oktober 2017 mulai pukul 09.00 WIB dilanjutkan erection satu girder keempat, saat girder keempat sudah pada posisi bearing pad dan akan dilakukan pemasangan bracing, girder keempat tiba-tiba goyang menyentuh girder lain sehingga menyebabkan keruntuhan.

Upaya pemeriksaan dan pencarian root cause atas kecelakaan kerja ini dan upaya pencegahan Waskita ke depan agar menjaga kecelakaan tidak terjadi lagi adalah Girder ke-4 sudah berada diposisi bearing pad kemudian pada saat akan diberi perkuatan (bracing), kemudian girder ke-4 tiba-tiba goyang menyentuh girder lain sehingga menyebabkan keruntuhan dan upaya pencegahan waskita ke depannya adalah terus mengkaji dan memperbaharui seluruh aspek K3LMP dalam melakukan pekerjaan

Korban jiwa satu meninggal dan dua orang luka di rawat di Rumah Sakit
A. Korban jiwa :
1. HERI SUNANDAR (27 thn) asal Kalimantan Timur, Karyawan PT. Waskita Karya sebagai Mekanik.

B. Korban Luka-luka :
2. SUGIYONO (47 thn) asal Probolinggo , Karyawan PT. Waskita Karya sebagai sopir pick up mengalami luka patah pada kaki.

3. NURDIN (35 thn) asal Sumatra Selatan Kru PT. Pancang Sakti sebagai tukang las mengalami luka pada punggung.

Saat ini PT Waskita Karya (Persero) telah melakukan :
1. Penanganan atas Korban meninggal dan Luka-luka :
A. Korban Meninggal :
Penanganan atas Korban meninggal (an. Heri Sunandar – Karyawan PT. Waskita Karya sebagai Mekanik) di RS. Sudarsono – Pasuruan:
– PT. Waskita Karya memberikan santunan kepada keluarga korban
– PT. Waskita Karya memberikan Jaminan kepada Istri dan anak korban untuk melanjutkan pendidikannya
– PT. Waskita Karya memproses jaminan asuransi ke BPJS an. korban
– PT. Waskita Karya mengevakuasi jenazah ke Rumah Duka yaitu di Kutai Kertanagara – Kaltim

B. Penanganan atas Korban luka-luka (an.Sugiyono – Karyawan PT. Waskita Karya sebagai sopir pick up) di RSUD Bangil Pasuruan :
– Di evakuasi segera ke RSUD Bangil Pasuruan untuk penanganan
– PT. Waskita Karya memberikan santunan kepada korban dan keluarga
– PT. Waskita Karya memproses jaminan asuransi ke BPJS an. korban

Penanganan atas Korban luka-luka (an. Nurdin – Kru PT. Pancang Sakti sebagai tukang las) di RSUD Moch. Saleh – Probolinggo :
– Di evakuasi segera ke RSUD Moch. Saleh untuk penanganan
– PT. Waskita Karya memberikan santunan kepada korban dan keluarga
– PT. Waskita Karya memproses jaminan asuransi ke BPJS an. korban

2. Penanganan di Lapangan agar tidak membahayakan pekerja yang lain :
– Mensterilkan lokasi kejadian dengan membuat pagar pengaman keliling lokasi dan menutup terpal
– Menambahkan rambu-rambu disekitar lokasi kejadian
– Menjaga lokasi kejadian oleh pihak keamanan
– Berkoordinasi dengan pihak keamanan

3. Aspek safety standar waskita yang selalu diterapkan dalam setiap Project :
– Pembuatan Metode kerja, Intruksi kerja untuk pekerjaan erection yang didalamnya terdapat prosedur safety
– Request pekerjaan yang diajukan sebelum pekerjaan dimulai, diajukan kepada Owner dan Konsultan Pengawas
– Sebelum dilaksanakan pekerjaan erection girder harus melaporkan metode kerja dan schedule ke Divisi dan Kantor Pusat. (Red/Rils)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -    

Most Popular

Recent Comments