Warga Tonjong Kunjungi Makam Wali Songo

0
257

INAPOS,- Kurang lebih sekitar 170 orang warga Tonjong berangkat ikut ziarah ke makam para Aulia dan Sholihin (wali songo) yang di adakan oleh Panitia Darussalam dengan menggunakan 2 Luxury bus pada hari Minggu siang tepatnya pukul 13:00 20/12/2020.

“Tour religi sembilan wali songo ini adalah Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh panitia Darussalam dengan jarak tempuh lima hari lima malam perjalanan yaitu dari tanggal 20 Sampai 25/12/2020 hari ini “Kata Kikis salah satu panitia kepada Inapos yang juga ikut ziarah sekaligus meliput acara tour religi tersebut.

Dari pantauan redaksi di perjalanan tempat-tempat yang di ziarahi pertama kali rutenya Jawa barat yaitu kemakam Sunan Gunung Jati. Inilah satu-satunya makam wali di Jawa Barat yang paling ramai dikunjungi. Kawasan makam Sunan Gunung Jati terletak di desa Astana, kecamatan Cirebon Utara, sekitar 6 km dari Kota Cirebon yang dilintasi jalur Cirebon-Indramayu.

Dan perjalanan selanjutnya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur perjalanan dimulai dari makam Sunan Kalijaga. Makam Sunan Kalijaga terletak di tengah kompleks pemakaman Desa Ngadilangu yang dilingkari dinding dengan pintu gerbang makam. Area makam Sunan Kalijaga di dalam Kota Demak berjarak sekitar 3 KM dari Masjid Agung Demak.

Di masjid agung Demak rombongan ziarah sholat sekaligus ziarah ke makam Raden Fatah yang kemudian di lanjutkan ke makam Sunan Kudus.( Ja‘far Shadiq) , Sunan Kudus dimakamkan di Masjid Menara Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Di samping puluhan makam di kawasan itu terdapat pula makam putra Sunan Kudus yaitu Pangeran Palembang. Makam Sunan Kudus sendiri terdapat di tengah-tengah bangunan induk berbentuk joglo.

Selanjutnya Sunan Muria. Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe. Ziarah ke makam Sunan Muria yang berjarak sekitar 30 kilometer arah utara dari KMMK (Kompleks Masjid Menara Kudus).

Setelah itu Sunan Bonang. Sunan Bonang dimakamkan di komplek pemakaman Desa Kutorejo, Kecamatan Tuban di kota Tuban. Posisinya di sebelah barat alun-alun kota Tuban, di sebelah barat Masjid Agung Tuban. Makam Sunan Bonang dikelilingi tembok dengan empat buah pintu gerbang untuk masuk ke komplek makam, di Tuban peserta ziarah menginap semalam disalah satu penginapan dekat terminal .

Menjelang pagi setelah sholat subuh rombongan melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Drajat. Makam Sunan Drajat berada di daerah Drajat Lamongan yang dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles (Anyer – Panarukan).  Namun bila lewat Kota Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi.

Setelah itu Sunan Maulana Malik Ibrahim.Makam ini terletak di kampung Gapura di dalam kota Gresik di Jawa Timur, tidak jauh dari pusat kota.

Dan lanjut ke makam Sunan Giri. Tokoh Walisongo yang bergelar Prabu Satmata ini makamnya terletak di sebuah bukit di Dusun Kedhaton, Desa Giri Gajah Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kompleks makam ini berupa dataran bertingkat tiga dengan bagian belakang paling tinggi.

Setelah itu ke makam Sunan Ampel. Makam Sunan Ampel terletak di kampung Ampel di kota Surabaya. Di depan makam ada dua pintu gerbang besar bergaya Eropa. Makamnya terpisah dengan makam lainnya dan diberi pagar teralis dari besi setinggi 110 cm.

Dan Madura adalah rute selanjutnya dengan dua destinasi yang pertama Batu Ampar ke makam waliyullah syeh Damanhuri di Kabupaten Sampang yang kemudian di lanjutkan ke Makam Mbah Kholil Bangkalan. Makam Mbah kholil terletak di Jalan Mertajasah, Tajasah, Mertajasah, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, di Bangkalan rombongan menginap semalam yang kemudian melanjutkan perjalanan pagi sekitar pukul 6:30 menuju Malang yaitu Masjid Jin , yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Blitar Makam Bapak Proklamator sekaligus Presiden Pertama Indonesia yaitu Soekarno.

Di Blitar peserta ziarah kembali menginap semalam yang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jogyakarta Malioboro, karena ketatnya protokol kesehatan dan merupakan salah satu zona hitam sehingga panitia meralat singgah dan langsung melanjutkan perjalanan menuju makam waliyullah Raden Santri Gunung Pring Jogyakarta di lanjut ke makam waliyullah di Ungaran Jawa tengah.dan terakhir kemakam Habib Ahmad bin M.Al -Athos Duriah Nabi di Pekalongan Jawa tengah .

Dalam Perjalanan dari tempat satu ketempat lainnya Panitia sekaligus merangkap tour guide mengemas acara dengan konsep ceramah di selingi berbagi ilmu pengetahuan tentang sejarah Islam di Nusantara, sesekali mendorong peserta tour di dalam bus untuk bersama-sama membaca shalawat,dan doa Untuk keselamatan selama dalam perjalanan.

” Semoga acara ziarah rutin tahunan ini semakin banyak mendapatkan simpati dan manfaat bagi warga masyarakat Tonjong khusus lebih-lebih akan semakin bisa mendekatkan kita pada sang Kholik, karena kecintaan kita kepada para Aulia dan waliyullah adalah salah satu kunci akan terwujudnya keselamatan dunia dan akhirat,” Ungkap Ustad Wahyu dalam setiap kesempatan isi ceramahnya yang di kemas dengan santai dan sedikit campur komedian.(ROMLIKAHAR)