SINGKAWANG,- Kegiatan normalisasi pelebaran dan pendalaman sungai Air Merah Pasir Panjang tahun 2007/2008 Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan Pemkot Singkawang Kalimanatan Barat (Kalbar) mendapat sorotan dari warga.

Menurut Purnawirawan TNI AD Kopka (Purn) Asnawi perwakilan masyarakat Kelurahan Sedau Singkawang didampingi Usman yang juga perwakilan masyarakat Dusun Tanjung Gundul Karimunting Bengkayang, “Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari jembatan Air Merah Pasir Panjang Singkawang berbatas dengan Dusun Tanjung Gundul Karimunting Bengkayang,” jelas Asnawi, Rabu (13/10/2021) kepada Redaksi.

Asnawi

Masih menurut Asnawi, normalisasi sungai sebagai tapal batas wilayah. Tahap Pertama sepanjang 6 km, sasaran awal adalah Bukit Batu Putih dan Bukit Batu Merah.

“Penggalian sungai dilaksanakan sesuai petunjuk yaitu Bukit Batu Putih adalah wilayah Pemkot Singkawang, sedangkan Bukit Batu Merah wilayah Kabupaten Bengkayang, sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” tambahnya.

Karena pada saat itu tidak ada tanda patok batas yang menjadi pedoman, namun penggalian berdasarkan aliran sungai atau anak sungai.

Berhubung kegiatan pertama selesai, baru dilanjutkan tahap kedua oleh PT yang lain oleh proyek Anong.

Namun proyek tersebut tidak memberi tahukan ke Perwakilan Sedau Singkawang dan tidak melibatkan Sedau.

Selanjutnya masyarakat Sedau mengadakan pembukaan lahan perkebunan disebelah kiri sungai,  sedangkan sebelah kanan sungai sudah dipasang Plang Garuda Perkasa.

Pembukaan lahan perkelompok, tiap-tiap orang diberikan 1,5 hektar dengan ukuran 50 m x 300 m.

Selesai pengaplingan baru diajukan pembuatan SPT pada Tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Lurah Sedau pada tanggal 19 Desember 2008. Penggarapan awal tahun 2008.

Penebangan dan penanaman pohon keras yaitu pohon kelapa dan tanaman lainnya.

Lahan yang digarap adalah hutan belantara hanya ada jalan setapak yang dibuat masyarakat Bomakong untuk mengambil kayu panjang dijual ke Sedau sebagai bahan membuat Sero/Belat. Dan belum pernah terlihat oleh kami masyarakat yang lain terutama masyarakat karimunting.

Memang ada kegiatan Proyek PT Ware membuka lahan dengan alat berat, tapi bukan diwilayah Tapal Batas Singkawang dan Karimunting Bengkayang. Menurut perkiraan kami Penggarapan maupun Penyerobotan lahan yang kami kelola sudah digarap dengan alat berat yang mengatas namakan Koperasi Matang Ware Karimunting hingga sekarang.

“Sementara kami masyarakat Sedau sudah melaporkan kepada Pemerintah, baik dari tingkat Lurah, Camat, bahkan DPRD sampai ketingkat atas yaitu Wali Kota Singkawang. Sosialisasi beberapa kali dilaksanakan, namun hasil selalu menunggu keputusan, baik dari Tingkat Kabupaten sampai ke Provinsi yang kami hadiri hingga sekarang. Sampai kelapa sawit yang ditanam oleh Koperasi Matang Ware panen,” papar Asnawi.

Dulu hal ini didukung oleh PT ware baik pembersihan lahan, pembibitan, penanaman dan pupuk.

“Pada saat ini kami menanyakan masalah Tapal Batas yang sebenarnya. Baru ada penjelasan bahwa Tapal Batas diresmikan pada Tahun 2018. Penetapan Mendagri Tentang Batas Daerah Kabupaten Bengkayang dengan batas Pemkot Singkawang Keputusan Mendagri Nomor 90 Tahun 2018 sebagai mana diatur oleh Undang-undang Nomor 10 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang Pasal 1 ayat 1 dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2001 Tentang pembentukan Kota Singkawang pasal 1 ayat 2. Untuk mengantisipasi dari kelurahan agar tidak terjadi tumpang tindih dan sengketa lahan antara Desa Karimunting dengan Kelurahan Sedau”. tutup Asnawi. (Hendra)