Warga Kebayoran Terharu, Melihat Jokowi saat Resmikan MRT

0
176

Inapos, Jakarta.- Mass Rapid Transit Jakarta atau biasa disingkat MRT, yang telah resmi dioperasikan, Minggu (24/03). Hadir dalam peresmian pengoperasian MRT, orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ikut hadir, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan beberapa Menteri di Kabinet Kerja.

MRT atau moda raya terpadu atau juga angkutan cepat terpadu Jakarta ini lama di idamkan. Peresmian pengoperasian MRT adalah torehan sejarah penting bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi warga Jakarta. Karena kini, Indonesia mempunyai satu moda transportasi modern yang tak kalah dengan negara maju lainnya. Seperti kata Presiden Jokowi, peresmian MRT menandai satu peradaban baru. Peradaban dalam dunia transportasi di Tanah Air.

Presiden Jokowi jelas punya andil besar. Di eranya, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia yang menghidupkan proyek MRT yang mati suri puluhan tahun. Dengan segala keyakinannya, proyek itu kembali dihidupkan. Dilanjutkan. Bukan dengan wacana. Tapi dengan kerja nyata. Hasilnya kini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Pak Dion,  Warga Kebayoran yang benar-benar merasa terharu dengan peresmian MRT. Tidak hanya bangga, karena kotanya kini punya MRT, moda transportasi yang modern. Tapi juga bangga, punya pemimpin yang rendah hati. Dari peristiwa bersejarah peresmian MRT, ia mendapat pelajaran berharga tentang kerendahatian seorang pemimpin. Kerendahatian dari seorang Jokowi.

“Terus terang dari peristiwa itu, Pak Jokowi, yang membuat pilihan politikku menguat,” kata Pak Dion dalam pesannya kepada Inapos.com, Senin (25/03/19).

Pak Dion melihat sosok Jokowi, ia adalah pria sederhana yang pernah merasakan pahit getirnya sebagai orang kecil. Bagaimana tidak, selama memimpin Indonesia, hujan fitnah begitu deras diarahkan. Bahkan, cacian dan hujatan. Juga hinaan. Tapi, Jokowi tetap tegar, sabar walau kadang bersikap tegas.

Ia juga beraandai bila jadi Jokowi, ia pasti akan sangat marah difitnah dan dicaci maki. Ia akan kejar, orang yang memfitnah dan bikin perhitungan. Tapi dari Jokowi, pria yang pernah merasakan pahitnya rumah digusur, ia belajar tentang kesabaran.

“Entah terbuat dari apa hatinya, sehingga dia begitu kuat dan tabah, bahkan di tengah cacian dan hinaan dia tetap fokus bekerja. Tak ada keraguan terlihat dari raut mukanya ketika dia bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Kerendahatian itu diperlihatkan Jokowi pada hari Minggu saat MRT diresmikan. Pak Dion mengaku menangis haru melihat itu. Baginya, begitulah seorang pemimpin bersikap.

“Aku begitu terharu melihat kesederhanaan dia, apalagi saat dia ikut meresmikan MRT bersama Anies Baswedan, tampak dia begitu bersahaja dengan kaos oblongnya,” katanya.

Jokowi jelas punya andil besar dalam mewujudkan beroperasinya MRT di Jakarta. Bahkan mungkin, kalau tak ada Jokowi dengan segala keberaniannya, MRT itu hanya tinggal wacana yang ramai di ruang-ruang seminar.Tapi, tambah Dion, ia bukan pemimpin yang gila pamrih. Ia dengan rendah hati, memberi kesempataan kepada Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta untuk meresmikan itu. Padahal, secara politik, Anies mungkin tak mendukungnya. Tapi, Jokowi tak perhitungan itu, sungguh contoh kerendahatian yang begitu otentik.

“Ia hadir memberikan panggung untuk sang Gubernur yang notabene mungkin tidak mendukungnya. Dengan sikap tulusnya, dia adalah bapak bangsa,” pungkasnya.

Padahal, lanjut Pak Dion, siapa pun tahu ketika MRT masih mandek dan hanya jadi wacana dari seminar ke seminar, Jokowi, lelaki kerempeng asal Solo itu yang mengeksekusi mimpi jadi kenyataan. Ia yang jadi eksekutor MRT hingga sekarang beroperasi.

“Dengan senyumnya terlihat bangga, ketika Anies meresmikan MRT. Itu adalah keputusan politiknya ketika menjabat sebagai Gubernur DKI yang berpasangan dengan Ahok waktu itu,” kata Pak Dion.

Memang kata Pak Dion perencanaan MRT itu dibuat oleh Habibie lantas dilanjutkan oleh SBY. Dan groundbreaking dilakukan oleh Fauzi Bowo. Tapi siapa pun tahu, di tangan Jokowi, proyek itu digaspol, sampai akhirnya terwujud. Dengan tangan dinginnya, tanpa banyak bicara ia merealisasikan mimpi MRT.

“Dia begitu yakin bahwa ini akan bermanfaat untuk warga Jakarta dan sekitarnya,” kata dia.

Ia yakin dia (Jokowi) akan menuntaskan semuanya itu lima tahun lagi, sehingga akan membawa anak cucu negeri ini mencapai kejayaan sebagai bangsa pemenang.

Jokowi kata Pak Dion lagi, tahu dia pembuat jalannya proyek MRT sampai sekarang terwujud. Tapi, ini yang membuatnya terharu, Jokowi tidak menampilkan diri. Merasa paling berjasa. Bahkan dengan segala kerendahan hatinya, ia persilahkan Anies Baswedan yang meresmikan itu.

“Dengan kerendahan hatinya, Pak Jokowi mempersilahkan Anies untuk meresmikan MRT kebanggan warga Jakarta. Bagi saya, sudah saatnya warga Jakarta berterimakasih kepada dia (Jokowi),” sambung Pak Dion.

Pak Dion pun membulatkan tekadnya, memastikan pilihan. Jokowi, pria sederhana, pemimpin yang rendah hati itu, layak untuk dipilih. Dan, ia pun sudah memutuskan dengan hati, akan memilih Jokowi.

“Ya dia adalah Joko Widodo. Jokowi Capres nomor 01 pilihanku,” kata Pak Dion dengan bangga. (Elwan)


Komentar Anda?