Warga Kabupaten Cirebon Alami Obesitas Hingga 183 Kg

0
235
KABUPATEN CIREBON.- Salah seorang warga Kabupaten Cirebon mengalami Obesitas atau berat badan yang berlebihan mencapai 183 kg.

Ialah Yayat Sumiyati (47) Warga Blok Awiluar, Desa Sindangkempeng, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon yang beberapa bulan terakhir dirinya merasa ada kenaikan berat badan yang drastis. Ia pun tidak banyak melakukan aktivitas seperti orang-orang pada umumnya.
Menurut Lin orang tua Yayat menuturkan, jika berat badan putrinya terus naik (Obesitas)  diakibatkan sejak putrinya terjatuh di sekitar rumahnya sekitar enam bulan yang lalu.
“Awalnya berat badan Yayat Sumiyati hanya 80 kilogram, “mulanya terjatuh dan tidak bisa berjalan. Disitu berat badan anak saya terus bertambah hingga 170 kilogram, hingga Hari ini, berat badannya mencapai 183 kilogram,” tutur kepada inapos.com, Selasa (22/1).
Masih kata Lin, jika
selama enam bulan aktivitas putrinya tidak seperti pada umumnya, dikarenakan tidak bisa berjalan. Dan aktivitasnya hanya makan, bahkan untuk makan saja putrinya harus dibantu keluarganya.
“Dia tidak bisa berjalan, untuk mandi saja harus merangkak akibat obesitas yang dialaminya,” paparnya.
Saat ditanya mengenai kondisi anak-anaknya, Lin menjelaskan, bahwa Yayat Sumiyati memiliki lima orang anak yang memerlukan biaya pendidikan. Kehidupan sehari-harinya, hanya mengandalkan penghasilan suaminya sebagai buruh.
“Saya melihatnya sangat prihatin, karena dia tidak dapat mengurus anak-anaknya selama mengalami obesitas,” ujarnya.
Sementara itu Yayat Sumiyati sangat mengaharapkan berat badannya dapat kembali seperti semula agar dapat membantu suaminya mencukupi kebutuhan hidup kelima anaknya itu,
“saat ini saya hanya berharap badan saya kembali normal, agar bisa membantu suami untuk mengurus anak-anak,” ujarnya.
Yayat menambahkan, bahwa pihak desa dan puskesmas kecamatan, sudah memeriksa keadaan dirinya. Namun, karena belum memiliki sejumlah identitas diri, dirinya harus melakukan perekaman terlebih dahulu untuk mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Waled agar mendapat penanganan lebih lanjut.
“Alhamdulillah pemerintah mau membantu saya untuk bisa hidup normal lagi,” pungkasnya. (Alfan)


Komentar Anda?