Warga Cibarola Terancam Bakteri Escherichia Coli

0
40

INAPOS, SUBANG – Bakteri Escherichia coli (E.coli) adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam, Minggu (14/4).

Infeksi bakteri E.coli adalah infeksi yang dapat terjadi akibat air atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan daging yang tidak matang. Orang dewasa yang sehat biasanya pulih dari infeksi bakteri E.coli O157:H7 dalam seminggu, namun anak-anak dan lansia, orang dengan sistem imun yang lemah, serta wanita hamil, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami gagal ginjal yang mengancam nyawa, atau dikenal sebagai hemolytic uremic syndrome.

Jika air tinja tak diorganisir dengan baik, maka akan menjadi bagian dari mata rantai penularan penyakit. Sebab siklus penyakit dimulai dari tinja yang mengandung mikroorganisme patogen. Tinja akan merangsek ke air dan tanah. Penyakit yang mudah menyebar dan mengakibatkan kematian ialah diare.

Dari tinja pola penyebaran penyakit dihantarkan serangga berperan dalam penyebaran penyakit yang mudah menular. Serangga gemar menempatkan telurnya pada tinja. Sebab tinja manusia mengandung bahan-bahan yang dapat menjadi makanan hewan itu.

Berawal adanya keluhan dari warga Kp.Cibarola Rt.37/14 Kel.Soklat Kec.Subang Kab.Subang Jawa Barat, keluhan tersebut dikarnakan adanya pengusaha sedot wc (Tinja) membuang limbah tinja tersebut di Cibarola.

Edi salah satu warga Kp.Cibarola mengatakan Pihaknya sempat menegur pegawai sedot wc tersebut, namun hanya berhenti beberapa hari, kemudian pengusaha sedot wc tersebut kembali beraktipitas.

“Beberapa hari kebelakang saya sempat menegur para pegawai sedot wc itu, namun hanya sesaat saja sempat berhenti, ucap edi.

Edi bersama Inapos.com kembali menegur pengusaha sedot wc tersebut, hal hasil pengusaha sedot wc (Nur Jaya) mengatakan pihaknya sudah ke DLH, dan sempat mengakatakan pemerintah setempat belum menyediakan pasilitas penampungan air tinja.

“Saya sempat dipanggil DLH, selain itu PUPR juga saya sudah ngobrol, kenapa DLH tidak menegor karna dia (DLH) belum menyediakan pasilitas penampungan air Tinja,” ujar Nur Jaya.

Harapan warga dan pengusaha sedot wc pemerintah setempat khususnya Dinas terkait secepatnya menyediakan pasilitas penampungan air tinja, (Bahri).


Komentar Anda?