Warga Bantah Serobot Tanah Kutiong

0
250
KOTA CIREBON.- Polemik bangunan liar yang ada di areal pemakaman Kutiong di Wanacala Kelurahan Harjamukti Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Warga menolak tuduhan melakukan penyerobotan tanah.

Mereka mengklaim, bahwa tanah yang ditempati itu adalah milik keraton dan sudah menjalin komunikasi sehingga di izinkan mendirikan bangunan.
Kuncen Kutiong Cirebon, Suparman mengatakan pihaknya tidak serta Merta membongkar makam, pasalnya pembongkaran dilakukan merupakan permintaan ahli waris dan sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan dan ada surat untuk membongkar.
“Itu atas permintaan ahli waris atau keluarga yang difasilitasi yayasan. Suratnya tersebut sampai saat ini masih saya pegang,” ujarnya kepada inapos, Senin (24/2/20).
Dijelaskan dia, makam yang dibongkar berbagai alasan, ada yang dipindahkan oleh keluarganya ke komplek pemakaman lain dan ada juga yang di kremasi.
“Ada yang dipindah ke Karawang dan dikremasi, sekali lagi saya tegaskan itu semua atas permintaan ahli waris,” tegasnya.
Dia merasa gerah dengan ulah beberapa orang yang mengaku berhak atas tanah tersebut, terlebih tidak ada koordinasi dalam penertibannya.
“Kalau memang mereka itu mau membela leluhur mereka yang dimakannya di sini saya dukung. Ini kan tidak, semua diklaim dan dibilang menyerobot tanah dan ingin ditertibkan, saya saja sebagai juru kunci tidak diajak komunikasi sebelumnya,” ujarnya.
Bersama ratusan jiwa yang tinggal di sana, dia menyatakan, tidak keberatan jika harus membayar iuran atau pajak atas bangunan jika keberadaanya diakui oleh otoritas setempat.
“Sekarang kami masih pakai KTP daerah asal ada yang dari Kesambi, dari Drajat, Dukuh Semar, Gunungjati, dan lainnya. Iuran sudah diambil per bulan sama RW, kami ingin diakui domisili di sini,” pungkasnya. (Kris)