SEMARANG.- Renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman Semarang selesai tepat waktu. Penyelesaian pembangunannya diresmikan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Jumat (23/9/2022).

Wakil Gubernur, Taj Yasin menjelaskan, renovasi masjid yang menjadi salah satu ikon tempat ibadah di Jawa Tengah itu dimulai 2 September 2021. Di samping sebagai tempat ibadah, lanjutnya, bangunan baru Masjid Baiturrahman nantinya juga menyediakan fasilitas konsultasi keluarga sakinah.
Menurut Gus Yasin, sapaan wagub, fasilitas itu positif, karena akan bisa membantu memberikan solusi mengenai berbagai permasalahan keluarga.
“Karena apa? Di Jateng angka perceraian masih tinggi,” katanya, saat mendampingi Wapres Ma’ruf Amin di Masjid Baiturrahman.
Gus Yasin menambahkan, fasilitas itu diharapkan membantu terbentuknya ketahanan dalam sebuah keluarga. Ketahanan keluarga menjadi salah satu penentu pada maju mundurnya suatu daerah.
“Ketahanan keluarga semakin meningkat, sehingga akan menambah iman, menambah kekuatan untuk menjadikan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sehingga ketika keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, itu akan memajukan Jateng,” jelasnya.
Wagub menyampaikan terima kasih kepada Wapres Ma’ruf Amin dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang telah membantu terealisasinya renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman dengan biaya Rp115 miliar.
Senada disampaikan Wapres Ma’ruf Amin. Menurutnya, keberadaan masjid harus dimakmurkan. Tidak hanya sebagai tempat salat, tapi juga sebagai tempat berbagai kegiatan keislaman, pengkajian, konsultasi, pemberdayaan, dan pengembangan.
“Masjid ini harus jadi pusat pembinaan masyarakat di sekitarnya. Dan saya memang mengharap, di Indonesia ini jangan ada setapak tanah pun yang bebas dari pengaruh masjid. Jadi, masjid harus punya pengaruh, punya yurisdiksi di wilayah sekitarnya, dalam rangka membangun masjid,” papar Wapres.
Selain meresmikan Masjid Baiturrahman, Wapres juga meresmikan renovasi gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah yang berada dalam satu kompleks dengan Masjid Baiturrahman. Gedung MUI itu diberi nama KH Mohammad Achmad Sahal Mahfudh. Wapres berpandangan, nama tersebut layak diabadikan. Sebab, ketokohannya patut dicontoh, dijadikan teladan, dan pandangan-pandangan sang tokoh menjadi panutan. (Er)