Wahhh.. Kok Bisa WNA Pakai NIK Warga Bekasi

0
33

BEKASI,- Program pemerintah untuk ngebut vaksinasi rakyat ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Warga Bekasi yang beralamat di Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Wasit Ridwan (47), ditolak ketika hendak di vaksin.

Ditolaknya Wasit untuk di Vaksin bukan karena mempunyai penyakit atau sesuatu yang berkaitan dengan kondisi tubuh namun lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) digunakan oleh Warga Negara Asing (WNA).

Hal itu terungkap saat dirinya mengikuti vaksinasi massal yang dilaksanakan di tempat tinggalnya, Kamis (29/07) lalu.

Dikutip dari Karawang-Bekasi, NIK milik Wasit dipakai oleh orang lain yang merupakan WNA atas nama Lee In Wong. Berdasarkan data yang terlihat, WNA tersebut sudah melakukan vaksinasi pada tanggal 25 Juni 2021, bertempat di KKP Kelas 1 Tanjung Priok dan rencananya vaksinasi tahap kedua pada tanggal 17 September 2021 nanti.

Kepada media, Wasit mengatakan saat mau mengikuti vaksinasi masal di tempat tinggalnya pada Kamis (29/07). Ternyata nomor NIK miliknya sudah dipakai satu kali, itu diketahui saat verifikasi data.

Padahal, dirinya merasa belum pernah sama sekali mengikuti vaksin. Akan tetapi dirinya mengakui, bahwa nomor NIK yang sudah terpakai itu sama persis dengan miliknya. Akibatnya, dirinya tidak bisa mengikuti vaksin karena nomor Niknya sudah terpakai.

“Saya enggak bisa divaksin. Saat verifikasi itu ternyata nomor NIK saya itu sudah dipakai satu kali. Saya ngerasa belum pernah vaksin, tapi nomor NIK itu sama persis dengan milik saya. Dicek di komputer, namanya Lee In Wong,” ungkapnya Senin (2/8).

Dirinya belum mengetahui orang yang menggunakan nomor NIK KTP miliknya. Namum demikian dirinya menyakini, orang tersebut WNA apabila dilihat dari namanya. “Kalau WNA negara mana saya enggak mengerti. Kalau dilihat dari namanya, kalau enggak Korea, ya China,” tuturnya.

Untuk mengurusi persoalan NIK miliknya ini, dirinya dibantu oleh relawan vaksin di wilayahnya. Dirinya berharap, agar segera bisa vaksin dan mendapat sertifikat. “Harapan saya bisa divaksin, dan dapat sertifikat. Saya dibantu oleh relawan vaksin untuk mengurus masalah ini,” jelasnya.

“Enggak ada masalah, semuanya normal,” sambungnya saat ditanya selama ini mengurus admistrasi maupun yang lainnya terkendala apa tidak.

Ditempat yang sama, Relawan Vaksin Desa Ciantra, Wawan Setiawan menuturkan, setelah mengetahui informasi tersebut dirinya langsung menanyakan ke pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas Sukadami. Dirinya menghubungi asisten vaksin di Puskesmas Sukadami, Dewi Sandra, disana saat dicek dan diklik nomor NIK Wasit Ridwan, sudah tervaksin atas nama Lee In Wong.

“Setelah mengetahui Pa Wasit ini tidak bisa divaksin, saya langsung tanya ke Puskesmas Sukadami. Saat di klik nomor NIK Pa Wasit, sudah tervaksin atas nama Lee In Wong,” tuturnnya.

Namun demikian kata Wawan, pihak puskesmas mengatakan beliau (Wasit Ridwan) masih bisa divaksin, hanya saja dia hanya mendapat kartu sudah vaksin. Tidak bisa mendapatkan sertifikat vaksin. “Pa Wasit masih tetap mendapatkan haknya untuk vaksin. Hanya saja tidak bisa mendapatkan sertifikat,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan bahwa untuk vaksin masyarakat tidak bisa dilayani vaksinasi jika Nomor Induk Kependudukan (NIK) bermasalah.

“Itu ke disdukcapil pak, tidak bisa dilayani vaksinasi kalau NIK bermasalah,” singkatnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Dukcapil, Hudaya beralasan bahwasanya dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan data vaksin Covid-19 tidak berkerjasama dengan Dukcapil dari tingkat daerah maupun pisat yaitu Dirjen Dukcapil Kemendagri.

“Itu dari kementerian dalam negeri bahwa ada pernyataan pak dirjen dukcapil kemendari, bahwa data vaksin itu tidak menggunakan data penduduk yang ada di kemendagri. Jadi saya sulit misalnya begini ada orang data tidak update terus kami update dan tidak update karena dia tidak menggunakan data kemendagri,” katanya.

Dikatakan dia, terkait persoalan itu pihaknya tidak memiliki data warga tersebut maupun WNA tersebut yang menyebabkan persoalan itu sulit untuk diselesaikan.

“Silahkan datanya mana, data WNA nya mana kan ini jadi persoalan kami dukcapil datanya tidak dipakai oleh data Covid. Silahkan tanya kemereka konfirmasikan, saya tidak tau WNA siapa kan saya tidak punya data mereka, kan karena data vaksin tidak menggunakan data mendagri dan tidak bekerjasama dengan Dirjen Dukcapil,” tuturnya.

Saat disinggung soal solusi ia menjawab tidak bisa memberikan solusi meski mereka melaporkan Dukcapil juga tidak bisa melakukan berbuat apapun.

“Karena kami tidak pernah ada arahan dari pusat maupun didaerah yang bekerjasama memanfaatkan data penduduk untuk Vaksin Covid-19,” tandasnya. (Net/Cep’s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here