Vivi Nathalia Dituntut 1 Tahun Penjara

0
956

INAPOS, JAKARTA,- Sidang duplik UU ITE no perkara 882/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Brt di Pengadilan Jakarta Barat telah selesai, duduk sebagai terdakwa Vivi Nanathalia yang dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, yang akan menhadapi putusan Majelis Hakim hari Senin minggu depan.

Dalam pembelaannya pada sidang sebelumnya Vivi mengatakan postingan yang dibuatkan pada media sosial facebook dan whatsapp adalah upaya membela diri karena diperdaya oleh Tatang. Tatang ditulisnya tidak mau membayar hutang, sebagai perampok, penipu, mencuri / menggelapkan uang perusahaan, punya banyak wanita simpanan, mengambil mobil Fortuner, Pajero, Kuda, Camry dan meminta suaminya untuk menandatangani blanko perjanjian. Tatang disebut juga sebagai broker moneygame dan menjadi rekanan Hary Suwanda.

Tatang dengan tegas membantah semua tuduhan itu, semua itu fitnah tukas Tatang sambil menunjukkan bukti transfer, dan ratusan lembar bukti2, screenshot, rekaman, CCTV . Menurut Tatang, postingan yang dibuat Vivi sudah sangat keterlaluan, yaitu dengan kata-kata tidak pantas penghinaan, bodyshaming, bahkan Vivi mengancam ingin menghancurkan hidup Tatang seperti :

“Kalo g minta tolong mereka, lo dijamin viral seindonesia, dan lo gak bakalan bisa cari makan disini lagi Bro! “ , “g bakal pake segala koneksi & kekuatan yg g punya buat hancurin mata pencaharian & hidup lo!”, “g adalah Ratu Tega” , “saya dengan segala senang hati akan memperlakukan anda seperti binatang”, “gw jenggut rambut nya sampe jatoh” , “g sepak mukanya pakek tendangan bayangan”. “gemes pengen g cakar mukanya”

Bahkan Tatang dengan kondisi fisiknya yang kurang beruntung, dibully oleh Vivi dengan kalimat “kasihan karena sodaranya gak bakalan bisa kerja ke org lain karena cacat (polio)”, “g juga bilang orang cacat sadis2″ , “Orangnya cacat kok ditendang juga nyungsep”.

“Ko Andy punya uang, g pun punya uang. Lo tau kan the power of money?”

Tatang berharap majelis hakim yang diketuai oleh hakim Agus Setiawan memutus kasus ini dengan adil, mengingat kasus pencemaran nama baik lain dengan bukti satu lembar saja dihukum lebih dari 1 tahun penjara, apalagi ada ratusan kata-kata yang diposting Vivi, bahkan Vivi juga memposting hal-hal negatif di toko online milik Tatang sehingga tokonya menjadi sepi. Sepertinya Vivi ingin menghancurkan hidup dan mata pencaharian Tatang sebagaimana yang ditulisnya”,Tutup Tatang.(Jaenal)