UU Pers Tidak Digubris di Proyek GOR Watubelah

0
137
KABUPATEN CIREBON.- Selain para pekerja yang tidak menggunakan alat keamanan diri (K3), area masuk proyek pembangunan lanjutan tribun barat GOR Watubelah yang juga dijaga security ternyata tertutup oleh media, hal itu di buktikan saat awak media ini hendak meliput masuk dan melakukan tugas jurnalistik, security jaga yang berada di pos masuk area proyek tidak mengijinkan Inapos masuk area proyek, dengan alasan perintah dari atasan.

Kamis,(09/11) ketika Inapos hendak ijin masuk kedalam area GOR untuk melakukan peliputan kegiatan proyek, salah seorang security yang berada di pos jaga mengatakan tidak mengijinkan media meliput dengan alasan sudah perintah atasannya,
“Maaf mas kalau mau masuk kami security tidak mengijinkan, sebab kata atasan seperti itu,jadi siapapun tidak boleh masuk,” ungkapnya.
Sementara selain larangan media meliput kegiatan proyek, nampak para pekerja yang tidak mengenakan alat keamanan diri (K3), seperti helm proyek, rompi dan sepatu both dan tentunya menjadi pertanyaan besar bagi sejumlah aktifis pemerhati, seperti yang dikatakan Priyo yang menganggap pelaksana proyek perlu memberikan klarifikasi kepada publik, tentang semua itu, padahal menurutnya peranan pers sangat penting guna publikasi sejauh mana proyek di laksanakan.
“Seharusnya pers berhak masuk dan meliput sejauh mana proyek di laksanakan, karena masyarakat juga berhak tau sejauh mana penbangunan yang memakan anggaran milliaran rupiah tersebut dilaksanakan, UU Pers No. 40 Tahun 1999 sudah menjelaskan tentang tugas jurnalistik seperti apa dan kalau pelaksana proyek melarang tanpa alasan yang jelas itu sudah pelanggaran dan akan menjadi pertanyaan besar kenapa sampai media disabotase,” bebernya.
Humas salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat ini juga menyesalkan tentang para pekerja yang tidak dibekali alat keamanan diri (K3),
“Proyek sebesar itu para pekerja tidak ada yang memakai alat keamanan diri, bagaimana ketika pekerja terjadi kecelakaan, jelas ngeri Mas,” tambahnya.
Lebih jauh, menyoal tentang alat keamanan diri pada pekerja yang tidak ada,Yayat Kasubag pembangunan Asda Pemkab Cirebon saat di konfirmasi di kantornya beberapa waktu lalu mengatakan,dirinya sudah sering mengingatkan pada para pekerja.
“Padahal saya sering mengingatkan pada para pekerja, namun kadang mereka lebih menyukai kerja seperti itu Mas, ya tapi tetap saat kita ada inspeksi biasanya setiap rabu kami kesana, saya selalu ingatkan mereka untuk memakai alat keamanan diri mas,” paparnya.
Yayat pun mengatakan tentang adanya larangan awak media meliput masuk ke area, dia memberikan arahan agar awak media meminta langsung bertemu pimpinan proyek, agar mendapatkan penjelasan pasti.
“Datang aja ke proyek lagi,nanti tinggal minta ketemu sama pimpinan proyeknya, baru nanti ada penjelasan tentang larangan itu, biar ada penjelasan langsung nantinya disana,” pungkasnya.(Hadi).


Komentar Anda?