Usai Deadlock di BPSK, Korban ACC Finance Akan Lanjutkan ke Pengadilan

0
59

Jakarta.- Sidang mediasi lanjutan yang terakhir antara pihak ACC Finance (terlapor) dengan Jong San Jong alias Yongki Wijaya (pelapor) dinyatakan deadlock (tidak ada titik temu).

Kuasa Hukum Yongki Wijaya, M. Sofian menjelaskan kesepakatan awal disidang kedua dan pertama adalah mediasi, artinya mencari win-win solution dari pihak ACC Finance.

“Pihak ACC Finance tidak bisa menjawab apa yang kita minta. Dari sidang pertama kami meminta bukti surat SPH (Surat Pelepasan Hak) yang dimana pelapor Yongki telah melanggar Wanprestasi (gagal bayar), namun mereka tidak bisa membuktikan,” kata M. Sofian didepan Gedung BPSK DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Sofian menambahkan, pihaknya juga telah meminta surat mereka pemberitahuan bahwa akan dilelang tetapi mereka tidak bisa membuktikan. Artinya disini ada mal administrasi yang diatur dalam perundang-undangan perlindungan konsumen.

Sofian menegaskan, “disini kliennya berbicara bukan masalah harta benda tapi berbicara asas keadilan,” tegasnya.

Senada dengan Sofian, Budi Santoso yang juga kuasa hukum Yongki Wijaya mengatakan majelis sendiri menanyakan kepada pihak ACC Finance apa opsi dari pihak mereka terkait permasalahan yang ada.

“Tapi pihak ACC tidak menjawab dari substansi pertanyaan, dan bisa dinyatakan mediasi hari ini deadlock. Jadi nanti kita lanjutkan gugatan di Pengadilan Negeri setelah adanya salinan putusan mediasi dari BPSK,” jelas Budi.

Yongki Wijaya sendiri merasa kecewa, bahwa persidangan ini tidak sesempurna yang dia bayangkan.

“Dari pihak ACC Finance berbicara lain dari yang saya terima. Jadi nanti kita akan lanjutkan ke Pengadilan Negeri saja,” ungkap dia. (El)