Upacara HUT RI 73 di Darame, Terjadi Insiden Memalukan

0
289

MOROTAI – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 73 yang berlangsung dilapangan Bangsaha, Desa Darame, Kecamatan Morsel, Kabupaten Pulau Morotai, Jumat (17/8/2018) diwarnai dengan insiden memalukan.

Hal ini menyusul bendehara yang bakal dikibarkan tiba-tiba ujungnya jatuh ke tanah dan terlingkar saat dinaikan. Pristiwa tak menyenangkan ini, berawal ketika membawa baki bendera, Totike Putri Morotia Lohor beserta pasukan menuju tiang untuk mengibar bendera, tiba-tiba ditiup angin sehingga ujung bendera pun jatuh ke tanah.

Melihat hal ini salah satu pembina langsung lari ke dalam lapangan memperbaiki kembali. Namun setelah diperbaiki dan sampai ke tiang bendera ketika bendera dikaitkan, ternyata kondisi bendera dalam kondisi terlingkar.

Momen kurang menyenangkan ini, tak hanya terjadi saat bendera dikibarkan. Tapi juga terjadi di pejabat dilingkup Pemkab Pulau Morotai. Sebab biasanya upacara penting seperti ini yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah bupati. Namun yang terjadi di Morotai yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah wakil bupati. Padahal, bupati sendiri juga hadir dalam upacara tersebut.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos saat dikonfirmasi terkait persoalan yang dimaksud, mengaku kemerdekaan itu tanggungjawab semua orang dan untuk mengisi kemerdekaan itu tugas semua Forkopimda. “Jadi saya tidak boleh egois, tahun kemarin kan saya sudah, jadi tahun ini giliran wakil bupati, tahun depan diganti lagi dengan Forkopimda lainnya, “ucapnya.

Disintil terkait bendera jatuh saat dikibarkan, orang nomor satu di Pemkab Pulau Morotai menjelaskan dengan nada santai, bahwa benderanya jatuh tak disengaja melainkan faktor alam. “Benderanya jatuh karena ditiup angin, “imbuhnya.

Dengan adanya perayaan hari kemerdekaan ini, dirinya berharap kedepannya Morotai harus bangkit. “Wartawan bangun Morotai bangkit, “tutupnya. (min)