Untuk Menjaga Kedamaian, Kumpulan Relawan dan Ulama Gelar Tasyakuran

0
542

Inapos, Jakarta.- Para alim ulama bersama organisasi relawan Jokowi-Ma’ruf menggelar tasyakur masyarakat atas Pemilu damai, yang diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (26/04/19).

Dalam sambutannya, Ketua Tim Khusus Pemenangan Pemantapan Pilpres Jokowi-Ma’ruf Amin (TPP DOA), Dr. H. Ikhsan Abdullah, SH.MH meminta pasca Pemilu 2019 yang meliputi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPRD dan DPD maka semua rakyat Indonesia untuk kembali bersatu guna menata hidup yang lebih baik lagi. Saat ini masyakarat Indonesia tidak perlu lagi terkotak-kotak antara pendukung Capres-Cawapres 01 dan 02.

“Setelah Pilpres ini kita bersilaturahim lagi. Jadi tidak ada lagi di antara kita tersekat-sekat, terkotak-kotak,” ujar Ikhsan Abdullah.

Dalam tasyakuran ini hadir sejumlah tokoh di antaranya Dr. Ir. Lukmanul Hakim, Msi dari Arus Baru Indonesia (ARBI), Dr. KH Manarul Hidayat (Ulama), Achmad Zakky dari TRB, Pendeta Jhony Z Souhoka (Rohaniawan), Dr. HM Azmy Anwar, SiP, MSc dan Dr. Sugiri Syarif dari Tokoh Masyarakat. Acara tasyakuran juga diisi dengan potong tumpeng dan doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian Indonesia.

Menurut Ikhsan, untuk menjaga kedamaian maka para elit juga harus menjalin silaturahmi antara petahana dan oposisi. Karena saat ini rakyat di tingkat bawah sudah adem ayem dan menyatu. Sementara para elit di atas masih tidak mau menerima ketika ada pihak lain yang ingin menjalin silaturahmi. Padahal dengan para elit menjalin silaturahmi maka keadaan politik saat ini akan bisa lebih adem lagi.

Ikhsan berharap, “untuk menjaga kedamaian dan kerukunan maka masyarakat Indonesia untuk tidak perlu mengikuti pihak-pihak yang sudah menyampaikan syukuran dan kemenangan Pilpres 2019 yang dilakukan secara sendiri-sendiri. Karena semua pihak harus menunggu pengumuman yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Menunggu pengumuman resmi dari KPU merupakan sebagai wujud dari ketaatan kepada Konstitusi Republik Indonesia,” pungkasnya. 

Terkait banyaknya masalah Pemilu 2019, seperti DPT siluman, kertas suara sudah tercoblos dan pengelembungan suara, Ikhsan menerangkan, adanya laporan dugaan kecurangan Pemilu sesuatu yang bagus dan bagian dari partisipasi anak bangsa dalam mengawal Pemilu. Namun adanya dugaan kecurangan Pemilu harus disertai dengan data yang valid. Apalagi ada lembaga yang menangani kecurangan seperti Panwas, Bawaslu dan terakhir Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi harus dipastikan datanya valid. Jika persoalan ada lembaga Panwas, Bawaslu dan terakhir nanti ada di Mahkamah Konstitusi. Jadi sebagai orang yang bernegara ada tatanannya. Jangan melanggar itu semua,” tegasnya.

Sementara, Ketua umum Tim Relawan Bersatu (TRB) H Ayep Zaki mengatakan, Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin berkomitmen meningkatkan kesejahteraan. Seluruh relawan yang dipimpinnya siap mengimplementasikan apa yang disampaikan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin saat kampanye pada Pilpres lalu.

Menurut Zaki, TRB akan melaksanakan perintah Jokowi terutama dalam bidang sektor ekonomi melalui program ekonomi kerakyatan yang memang telah dijalankannya sejak tahun 2005.

“TRB siap jalankan amanah Jokowi saat kampanye lalu terutama mengentaskan kemiskinan melalui sektor pangan,” ujar Zaki.

Dasar negara ini, yaitu Pancasila dan UUD 45 sudah final. Siapapun tidak boleh mengubahnya. Dengan berpedoman kepada dasar negara, Indonesia akan adil dan sejahtera. “Ekonomi dan pendidikan berkeadilan yang merata diseluruh wilayah Indonesia akan terwujud. Kita yakin negara ini akan lebih maju,” katanya. (Elwan)