UNICEF Bantu Korban Palu, Mensos: Saya Berterima Kasih

0
437

JAKARTA, INAPOS – Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengurusi bidang perlindungan dan kesejahteraan anak (UNICEF) memberikan 10.500 paket bantuan untuk anak-anak yang terdampak bencana gempabumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bantuan hibah tersebut secara resmi diserahkan langsung oleh Pimpinan UNICEF di Indonesia, Debora kepada Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang di kantor Kemensos, Selasa (24/10/2018).

“Kemensos kedatangan tamu istimewa, Chief Representative yang baru 2 (dua) minggu bertugas di Indonesia. Kedatangan ini dalam rangka kita lebih memperluas dan memperdalam kerjasama antar RI dengan UNICEF, khususnya dalam program perlindungan anak yang rentan terhadap masalah kesejahteraan sosial,”kata Mensos.

Mensos menegaskan, UNICEF sudah sejak lama memberikan bantuan-bantuan kepada anak-anak, keluarga  di seluruh Indonesia. Mereka, bukan hanya anak-anak yang terdampak bencana, tapi secara umum rentan pada permasalahan kesejahteraan sosial.

Pimpinan UNICEF di Indonesia, Debora memberikan 10.500 paket bantuan untuk anak-anak yang terdampak bencana di Sulteng. Debora sendiri langsung datang dan meninjau anak-anak yang menjadi korban gempa dan tsunami di sana (Palu).

“Ini merupakan satu hal yang sangat positif. Saya (Kemensos) mewakili pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UNICEF dan tentu ke depan kita sangat terbuka untuk melakukan kerjasama-kerjasama yang lebih luas dan yang lebih dalam antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF.

Mensos menyebutkan, 10.500 paket bantuan tersebut meliputi antara lain peralatan sekolah, pakaian, mainan anak-anak, pembalut dll.

“Intinya semua kebutuhan-kebutuhan yang diidentifikasi oleh pihak UNICEF dan Kemensos  yang menjadi kebutuhan dasar anak-anak yang terkena dampak gempa,”imbuhnya.

Kemensos mencatat ada 101 anak yang kehilangan keluarganya. Sementara yang sudah dikembalikan kepada keluarganya ada tujuh anak. Kemensos akan berusaha mengembalikan anak-anak itu ke keluarga terdekat atau sedarah.

“Jika tidak juga ditemukan, Kemensos akan menyediakan alternatif yaitu dengan permanent care (perawatan permanen) bagi anak-anak tersebut di Balai Perlindungan Anak,”pungkas Mensos. (red)