Ungkap Suap PT. Hyundai Kepada Sunjaya

0
223

INAPOS, KABUPATEN CIREBON,- Sunjaya Purwadisastra, terdakwa kasus korupsi jual beli jabatan terima uang sebesar Rp. 6,5 miliar dari PT. Hyundai Engineering & Construction dan hingga kini kasusnya belum ada titik terang.

Seperti yang disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada media beberapa waktu lalu, dugaan suap yang dilakukan PT. Hyundai ini terungkap dalam fakta persidangan.

“Keterangan saksi, fakta dan bukti baru sering muncul dalam persidangan, itu pasti kami cermati lebih lanjut,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Kamis, (16/05/2019) lalu seperti dikutip dari Tempo.com.

Dikutip dari Korea Times, PT. Hyundai mengakui telah menyuap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra untuk melancarkan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa Barat. Suap itu diberikan melalui seorang broker.

Seorang juru bicara Hyundai di Seoul mengatakan, pihaknya memberikan sejumlah uang kepada Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra untuk menenangkan warga yang protes atas pembangunan proyek tersebut. “Pak Bupati mendekati kami melalui seorang broker,” kata pejabat tersebut, dikutip Korea Times dari kantor pusatnya di Seoul, Kamis (2/5/2019) lalu.

Menyikapi kasus dugaan suap ini, Sailan Sr selaku Ketua Umum Lembaga Analisis Masyarakat Madani Pemersatu (Lammpu) menyampaikan bahwa KPK harus mengusut tuntas.

“Jika telah ada pernyataan dari Sunjaya dan pihak Hyundai mengakui telah menyetorkan uang tersebut, seharusnya KPK segera memanggil pihak Hyundai,” jelas Sailan kepada Inapos, Kamis (26/09/2019).

Masih menurut Sailan, jangan sampai pihak – pihak terkait segera menghilangkan barang bukti.

“Jika terlalu lama, akan ada upaya menghilangkan barang bukti,” tambah Sailan.

Dari hasil penelusuran Inapos, salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon ikut menerima aliran dana tersebut.

“Uangnya di transfer melalui salah satu bank besar dan yang mentransfer petinggi Hyundai yang telah keluar serta tidak bekerja lagi di Hyundai Cirebon yang mengelola proyek pembangunan PLTU 2,” jelas sumber Inapos yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak terkait yang dapat dimintai keterangannya. (Cep’s)


Komentar Anda?