Tuntut Tanah Wakaf, Garda Tawajah Duduki Kantor BPN

0
413
KABUPATEN CIREBON.- Ribuan massa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Dukungan Tanah Wakaf Masjid Asy-Syahadatain (Garda Tawajah), melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cirebon, Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (18/3/19).

Pantauan inapos.com mereka yang berseragam serba putih melakukan aksi damai menuntut kembalikan hak atas tanah wakaf Asy-Syahadatain yang berada di Blok Karangpandan Desa Citemu Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon seluas 7.495 meter persegi.
Dalam orasinya, Pimpinan Garda Tawajah, Habib Ali Ausat Bin Yahya mengatakan, aksi tersebut ditengarai tanah seluas 7495 meter persegi di klaim oleh Beng Siswanto yang merupakan WNI keturunan Tionghoa. Sedangkan diatasi lahan tersebut telah dibangun sebuah Masjid seluas 450 m2 yang merupakan wakaf dari salah seorang warga Desa Citemu bernama Dasam sejak tahun 1960.
” Ikrar wakaf dilakukan pada tahun 1965, namun pengurusan sertifikat resmi diselesaikan pada tahun 2012 lalu. Merambah kepada tanah wakaf Asy-Syahadatain. Sehingga tanah wakaf sekitar 5090 m2,” ujar Habib Ali dalam orasinya.
Padahal, lanjut Habi Ali, tanah tersebut sudah bersertifikat waqaf dengan nomor 426/Citemu dan tanah di sekitaran masjid atas nama Abdurrahman atau ahli waris almarhum Darsam SHM nomor 349/Citemu.
Pihaknya mendesak dan menuntut BPN melakukan penelaahan dan penelitian terkait riwayat tanah waqaf tersebut secara transparan, serta mengembalikan hak atas tanah wakaf Asy-Syahadatain yang ada di Desa Citemu.
“Kami minta tindak lanjuti dan selesaikan persoalan ini, kami beri waktu satu minggu sejak pelaksanaan aksi ini. Kami juga meminta kepada pemerintah untuk berperan aktif selesaikan masalah sengketa tanah wakaf ini,” tegasnya. (Kris)