Tukang Ojek yang Sering Membantu

0
130

INAPOS, SUKABUMI – Siapa yang tidak mau hidup berkecukupan bahkan bergelimang harta hidup serba ada, mau ini itu selalu tersedia, rumah ada mobil punya dan usaha selalu lancar.

Jangan tanyakan apakah kamu ingin hidup seperti itu kepada para pengais rezeki di pangkalan ojek Binong, karena jawabannya pasti “tidak ada orang yang mau hidup susah”.

Tapi cerita harapan dan rezeki halal dari hasil para tukang ojek di binong juga patut dihargai dan di apresiasi, karena sudah banyak membantu masyarakat Desa Tonjong dalam menjalankan aktivitas kesehariannya.

Menunggu antrian dan giliran bahkan sering terjadi serobot menyerobot sesama tukang ojek adalah pemandangan yang biasa, dari pukul 05:30 pagi sampai dengan pukul 20:30 malam semangat para jasa pengantar ini tidak pernah surut bahkan terkadang ada yang bergadang sampai larut pagi menunggu Rezeki halal datang menghampiri.

Cerita pangkalan ojek Binong tidak akan pernah habis di lekang masa , Bahkan bolehlah kita menyebutnya, titik awal prasasti kecil bersejarah di abad regenerasi berikut nya,

Adanya pojok Binong gesekan aktivitas sosial bagi warga masyarakat hususnya warga desa Tonjong sangat terasa manfaatnya terlebih bagi para pejuang keluarga bisa mendapatkan tambahan resiko kebutuhan sehari-hari walaupun tidak seberapa, “yaach, lumayanlah bang, bisa ngebbul”, kata salah seorang tukang ojek yang tidak mau disebutkan namanya.

Pak Eko salah seorang tukang ojek yang juga mangkal di pertigaan Binong menceritakan keluh kesahnya, bapak tiga anak ini tidak mempunyai pekerjaan tetap alias serabutan, diumurnya yang mulai mendekati senja ini masih tetap semangat berjuang

“Semua sudah ada yang ngatur mas, kalau lagi rame lumayan ada simpenan lebih, penghasilan tukang ojek tidak menentu kalau lagi ramai bisa Rp.100 ribu lebih tapi pas lagi sepi Rp.15 ribu kadang pernah tidak dapat sama sekali,” ungkapnya, Minggu (2O/12/20). (Rom)