BEKASI.- Penjualan obat keras tramadol dan hexymer di Kabupaten Bekasi semakin meresahkan. Pasalnya, kedua obat yang termasuk dalam daftar G tersebut dijual bebas tanpa resep dokter.

Parahnya lagi, sasaran penjualan merupakan anak – anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun inapos.com, dari 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Kecamatan Babelan jadi wilayah berkembangnya penjualan tramadol dan hexymer. Penjualannya pun tidak ditutup – tutupi alias terang -terangan oleh sejumlah toko kosmetik.

Salahsatunya berada di Kampung Kedaung, Desa Kedungjaya, Kecamatan Babelan. Toko kosmetik yang tepat bersebrangan dengan SDN 02 Kedungpengawas itu menjual tramadol dan hexymer secara bebas tanpa resep dokter.

“Saya perhatikan toko itu sejak sore hingga malam rame didatangi anak – anak muda untuk beli tramadol dan hexymer,” ungkap Egy (33), warga setempat, Senin (21/11/2022).

Dirinya berharap pemerintah setempat beserta pihak kepolisian segera menindak tegas oknum yang menjual kedua obat tersebut. Karena menurutnya, efeknya sangat membahayakan.

Bersebelahan dengan Desa Kedungjaya, di wilayah Desa Babelan Kota juga jadi tempat penjualan kedua obat tersebut. Kampung Pulo Timaha RT 001/RW 009, Desa Babelan Kota. Tramadol dan hexymer dijual oleh toko yang juga menyediakan perlengkapan kosmetik.

Masih di Kampung Pulo Timaha, berjarak begitu dekat dan masih satu lingkungan RW. Yakni, di RT 002/RW 009, Desa Babelan Kota, sedikit berbeda dengan toko lainnya yang sekaligus menjual kebutuhan kosmetik. Toko satu ini tidak banyak produk yang dijajakan. Hingga nampak sekali mengutamakan menjual tramadol hexymer.

Perlu diketahui, tramadol dan hexymer merupakan obat dalam daftar G. Peraturan yang mendasari tentang obat daftar G (dalam Bahasa Belanda “Gevaarlijk” yang artinya “berbahaya“) adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 02396/A/SK/VIII/1989 obat daftar G adalah obat keras.

Dikutip dari laman alodokter.com, Tramadol merupakan obat yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri dari tingkat sedang hingga rasa nyeri yang cukup parah. Obat ini memang bukan termasuk dari obat penghilang nyeri narkotika, akan tetapi karena sifat obat ini yang sangat kompeten dalam mengurangi rasa nyeri dengan skala berat, dan juga dijual dalam harga yg cukup murah, maka banyak orang menyalahgunakan obat ini, dan digunakan sebagai obat yang dapat menimbulkan efek penenang (melayang bahkan halusinasi) seperti golongan obat narkotika pada umumnya.

Sedangkan Trihexyphenidil (Hexymer) adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi gejala ekstrapiramidal (kaku, tremor, gerakan tidak normal dan tidak terkendali pada tubuh) seperti pada penyakit Parkinson atau efek samping dari pengobatan yang menggunakan obatantipsikotik.

THP (Trihexyphenidil) merupakan obat yang perlu pengawasan dokter karena obat ini termasuk kedalam golongan obat psikotropika, sehingga untuk mendapatkannya memang perlu dengan resep dokter dan dibawah pengawasan dokter. (Fery)