Tokoh Nasional Yang Tergabung Dalam ACI Gelar Diskusi Kebangsaan

0
372

Jakarta.- Komunitas Aku Cinta Indonesia (ACI) menggelar Silaturahim Kebangsaan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (9/11/2019) Bersama puluhan mahasiswa UMJ. Komunitas ini digagas oleh Taufik Rusdi, seorang pengusaha yang bisa merangkul para negarawan dan elite politik di negeri ini.

Sejumlah tokoh hadir diantaranya pakar ekonomi Rizal Ramli, Rektor Univ. Ibnu Chaldun Musni Munir, Rektor UMJ Saiful Bahri, politisi Golkar Aziz Syamsudin, Ichsanuddin Noorsy, Laksamana TNI Purn. Tedjo Edhi Mantan Menkopolhukam. Melani Anggota DPR-RI Komisi VI dan Prof Mubarok Politisi dalam acara yang bertemakan ‘Sumpah Pemuda Bagi Bangsa dan Negara’.

Politisi Golkar, Aziz Syamsudin menjadi pembicara pertama dalam kegiatan ini. Wakil ketua DPR RI ini mengatakan, dalam minggu ini ada tiga peristiwa besar pertama kegiatan ini yang bertemakan Sumpah Pemuda, kemudian hari ini, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan besok peringatan hari Pahlawan.

Menurut Aziz, dalam era globalisasi, pemuda Indonesia harus bisa mengambil peran di kancah dunia Internasional. Namun untuk bisa ikut berperan, para pemuda harus memiliki tiga hal.

Yang pertama adalah penguasaan teknologi. Dimana saat ini sudah era industri 5.0, bahkan tidak lama lagi, Cina sudah memulai Industri 6.0. Artinya teknologi menjadi keharusan bagi siapapun yang hendak berpartisipasi di dunia global.

Kedua yakni bahasa, jika masyarakat Indonesia menguasai teknologi namun gagap di dalam bahasa, tentunya hal ini bisa menghambat untuk bisa bersaing dengan negara tetangga maupun negara negara di dunia.

Terakhir adalah jaringan, hal ini menjadi pelengkap yang tidak kalah penting dari dua hal di atas. Dengan jaringan yang kuat, kita bisa bersaing dalam hal perdanganan, pendidikan maupaun yang lainya,

“Dalam kesempatan ini saya tekankan akan pentingnya tiga hal tersebut,” ujar Politisi Golkar ini.

Di tempat yang sama Ichsanuddin Noorsy menilai kebijakan ekonomi Joko Widodo kurang tepat untuk kondisi saat ini. Pasalnya pemerintah saat ini membebaskan bea masuk berbagai barang import. Hal ini digadang-gadang sebagai bukti konkrit dari peran Indonesia di kancah global.

Padahal menurut Noorsy, Amerika sendiri saat ini sedang melakukan deglobalisasi, dimana pemerintahnya melindungi seluruh produk asli Paman Sam tersebut. Ini dilakukan untuk menguatkan dalam negeri terlebih dahulu, setelah kuat baru keluar lagi dan bertarung dalam kancah global.

“Saya tidak mengerti dengan kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini, namun yang pasti ada yang salah dan saya berani berdebat secara akademik tentang apa yang saya bicarakan ini,” ujarnya usai memberi sambutan.

Sementara itu Rektor UMJ, Saiful Bahri mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk membagikan pengalaman para praktisi yang pernah menjabat di pemerintahan untuk diserap oleh pemuda, dalam hal ini para mahasiswa yang ke depannya akan menjalankan negeri ini.

Saiful menjelaskan, kegiatan silaturahmi kebangsaan yang digelar di UMJ merupakan kegiatan perdana, dan akan ada silaturahmi kebangsaan berikutnya di kampus yang lain. “Kita membuat ini agar wawasan para peserta bisa lebih kaya pengalaman dari para pelaku sejarah bangsa ini,” tuturnya.

Sementara Ketua ACI Taufik Rusdi menyebut, melihat antusiasme dan sambutan publik yang cukup tinggi,  rencananya kegiatan ini akan digelar secara marathon setiap bulannya dalam rangkaian roadshow, dengan tujuan agar masyarakat khususnya para pemuda bisa melek politik dan paham situasi kebangsaan. (Elwan)