Tokoh Kalimantan : Harus ada Gerakan Penyelamatan

Tokoh Kalimantan : Harus ada Gerakan Penyelamatan

Inapos, Jakarta.- Kondisi Pulau Kalimantan yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah dan luas wilayah yang sangat luas, pada kenyataannya selama 73 tahun Indonesia merdeka, belumlah mengalami kemajuan kesejahteraan masyarakatnya secara signifikan dan komprehensif. Bahkan situasi kekinian, menunjukkan bahwa penyelenggaraan pembangunan di pulau Borneo ini, belum dirasakan manfaatnya sebesar-besarnya untuk kepentingan memakmurkan masyarakatnya.

Untuk itu sejumlah tokoh asal Kalimantan menggelar diskusi bertajuk ‘Urun Rembug Percepatan Pembangunan Kalimantan’, yang diselenggarakan dikawasan Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (12/01/19).

“Kami prihatin terhadap kondisi Kalimantan hari ini, yang menunjukkan penyelenggaraan pembangunannya belum berdampak memakmurkan warga Kalimantan secara signifikan, oleh karena itu diperlukan suatu solusi atas kondisi ini,” ungkap Rustam Effendi (84) putra Daerah Kandangan Kalimantan Selatan, yang merupakan Inisiator Gerakan Percepatan Pembangunan Kalimantan.

Menurutnya, solusi permasalahan pembangunan di Kalimantan, saat ini nampak belum merubah wajah Kalimantan yang masih belum sepenuhnya berdampak memakmurkan warganya, melalui Gerakan Percepatan Pembangunan Kalimantan, yang mengarah pada tercapainya kesejahteraan menyeluruh dan mendasar dengan mengelola sumber daya alam secara modern, mandiri serta tepat sasaran.

Hal senada juga disampaikan oleh Hamidan (80) tokoh Masyarakat Banjar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembangunan di Kalimantan, sudah saatnya tumbuh berkembang untuk memakmurkan warganya, bukan memakmurkan warga asing yang menjarah sumber daya alam di pulau Borneo ini.

“Kalimantan bukan hanya butuh percepatan pembangunan, melainkan juga perlu adanya gerakan penyelamatan Kalimantan, yang bertujuan untuk menyelamatkan potensi sumber daya alam dari eksploitasi orang asing,” harapnya.

Acara diskusi yang dihadiri sebanyak 50 orang ini, juga dihadiri tokoh Nasional, diantaranya Suripto mantan Sekjen Kementerian Kehutanan yag juga putra Daerah Kalimantan ini, serta dipandu oleh Rehan, bukan hanya sebagai ajang bersilahturahim para tokoh masyarakat Kalimantan antar generasi, melainkan juga ajang menyamakan persepsi dalam suatu Gerakan Percepatan Pembangunan Kalimantan untuk tercapainya kesejahteraan warga Kalimantan yang mandiri dan berkeadilan sosial. (Elwan)


Komentar Anda?