Toko Penjual Obat Terlarang Masih Aktif, Aparat Diminta Tindak Tegas

0
563

KABUPATEN BEKASI.- Meski sudah viral diberitakan, aksi penjualan obat keras berkedok toko kosmetik di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi nampaknya tetap berjalan. Hal ini seolah tak ada pengawasan dari pihak berwenang.

Baru – baru ini, sejumlah toko tersebut melancarkan cara baru dalam berjualan obat – obatan seperti tramadol dan exsimer.

Kali ini pada Minggu 6 September 2020 malam, Inapos.com mendapati sebuah toko kosmetik diduga menjual pil tramadol dan hexymer yang berlokasi di Kampung Pulo Timaha, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan.

Menurut warga setempat, hari sebelumnya toko dibuka normal seperti biasa. Namun, malam ini rolling door (pintu-red) toko ditutup. Tetapi banyak remaja yang mendatangi toko tersebut. Remaja yang diduga hendak membeli tramadol dan hexymer mengetuk rolling door kemudian dengan cepat dilayaninya.

“Kebangetan banget jual obat keras secara bebas tanpa resep dokter ke anak – anak muda, kalau polisi gak cepat bertindak bisa rusak parah generasi muda kita,” ujar warga yang meminta namanya disembunyikan.

Masih di Kecamatan Babelan, salah satu Kepala Dusun di Desa Kedungpengawas mengatakan, setelah mengetahui adanya praktik penjualan obat keras berkedok toko kosmetik beroperasi di wilayahnya, ia bersikeras agar toko tersebut ditutup. Sang Kepala Dusun juga mengakui upaya penutupan toko sempat sulit akibat banyak ‘beking’ yang mempertahankan toko agar tetap buka.

“Obat itu merusak generasi muda kita, harus diberantas,” tandasnya.

Perlu diketahui, tramadol dan hexymer merupakan obat dalam daftar G. Peraturan yang mendasari tentang obat daftar G (dalam Bahasa Belanda “Gevaarlijk” yang artinya “berbahaya“) adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 02396/A/SK/VIII/1989 obat daftar G adalah obat keras.

Dikutip dari laman alodokter.com, Tramadol merupakan obat yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri dari tingkat sedang hingga rasa nyeri yang cukup parah. Obat ini memang bukan termasuk dari obat penghilang nyeri narkotika, akan tetapi karena sifat obat ini yang sangat kompeten dalam mengurangi rasa nyeri dengan skala berat, dan juga dijual dalam harga yg cukup murah, maka banyak orang menyalahgunakan obat ini, dan digunakan sebagai obat yang dapat menimbulkan efek penenang (melayang bahkan halusinasi) seperti golongan obat narkotika pada umumnya.

Sedangkan Trihexyphenidil (Hexymer) adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi gejala ekstrapiramidal (kaku, tremor, gerakan tidak normal dan tidak terkendali pada tubuh) seperti pada penyakit Parkinson atau efek samping dari pengobatan yang menggunakan obatantipsikotik.

THP (Trihexyphenidil) merupakan obat yang perlu pengawasan dokter karena obat ini termasuk kedalam golongan obat psikotropika, sehingga untuk mendapatkannya memang perlu dengan resep dokter dan dibawah pengawasan dokter. (Fery)