TKLB Karang Taruna Cikampek Dinilai Tak Memenuhi Syarat

0
129

Inapos.com, Karawang – Beredarnya kabar tentang adanya Mosi tidak percaya dan Temu karya luar biasa(TKLB) pemilihan ketua baru untuk karang taruna(Katar) Kecamatan Cikampek, Karawang-Jawa Barat yang digelar pada tanggal 19 April 2021 dinilai tidak memenuhi syarat dan prosedural dalam AD/ART yang berlaku.

Sementara, setelah mendengar adanya isu mengenai TKLB tentang pemilihan ketua Katar Kecamatan Cikampek yang baru. Jajaran pengurus Katar Kecamatan Cikampek yang di SK kan pada 2 Februari 2020 – 2 Februari 2025 menggelar acara Rapat Pengurus Harian(RPH) untuk menjaga kondusifitas dalam menjalankan roda organisasi sebagai mana mestinya.(22/04).

Sekertaris Karang Taruna Cikampek Ganjar Rohutomo menjelaskan. Poin-poin yang disamapaikan dari hasil rapat pengurus harian Katar Kecamatan Cikampek yang dilaksanakan di aula Kecamatan Cikampek. Dan dihadiri oleh beberapa pengurus harian dan perwakilan pemerintahan Kecamatan Cikampek.

1.Surat mosi tidak percaya yang disampaikan ke pengurus Katar Kabupaten Karawang namun tidak sampai ke pengurus Katar Kecamatan Cikampek.

2.TKLB bukan atas pengajuan Pengurus Harian.

3.Klarifikasi dari perwakilan pemerintah Kecamatan Cikampek yang datang ke acara TKLB.

“Berkaitan dengan isu TKLB beberapa hari lalu. Terselenggaranya TKLB itu atas dasar Mosi tidak percaya atas kepengurusan kami yang di lanyangkan kepada pengurus Katar Kabupaten. Namun, Sampai hari ini kita belum menerima mosi tidak percaya tersebut. Bahkan, ketua Katar Kabupaten sendiri ketika kita konfirmasi beliau tidak tau adanya Mosi tidak percaya yang ditunjukan kepada pengurus Karang Taruna Cikampek”, Ujarnya.

Ditempat yang sama Didi Ahmadi Bendahara Karang Taruna Kecamatan Cikampek mengatakan. TKLB yang dilakukan pada tanggal 19 April 2021 itu ia rasa tidak memenuhi syarat. Pasalnya, TKLB yang digelar tersebut tidak melayangkan surat atau pemberitahuan sebelumnya. Baik kepada instansi pemerintahan kecamatan sebagai pembina atau kepada Tubuh Organisasi Katar Sendiri.

“Sebetulnya kita juga bingung, jika benar terselenggaranya TKLB tersebut dasarnya adalah mosi tidak percaya. Kenapa mosi tersebut langsung ke Pengurus Kabupaten. Sementara kita tidak diberitahu mosi tersebut ditunjukan kepada siapa, tidak percayanya atas apa, personalnya kah atau tidak percaya dalam menjalankan roda organisasinya”, Ungkapnya.

Dalam hal ini Lanjut Dia. Pihaknya akan coba mencari kebenaran nya dulu atas terselenggaranya TKLB tersebut. Pihaknya tidak mau mengambil langkah gegabah yang dapat merugikan organisasi. Jika ditemukan unsur-unsur yang merugikan. Pihaknya akan mengambil langkah-langkah dan upaya hukum.

“Bagaimana pun ini kan organisasi. Jadi, jika memang ada permasalahan yang perlu di benahi dalam tubuh organisasi ayo kita selesaikan secara organisasi. Dan kalau pun ada pihak-pihak yang menganggap bahwa kepengurusan kami tidak sah. Karna organisasi ini berbadan hukum silahkan tempuh secara prosedural hukum,” Pungkasnya.(Red*)