Tim Peniliti Balai Arkeologi Temukan Jejak Aktivitas Budaya di Situs Matangaji

0
164

KOTA CIREBON.- Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon Agus Suherman mengatakan hasil penelitian tim Balai Arkeologi Jawa Barat menyimpulkan bahwa ditempat situs Matangaji yang rusak ditemukan struktur bangunan yang diduga ada bekas jejak aktivitas budaya.

“Hasil tersebut keluar pada dua minggu lalu. Kami dari Dinas hanya mencatat hasil dari kesimpulan tim arkeolog tersebut,” ujar Agus Suherman kepada inapos.com, Selasa (11/8/20).

Dari hasil tersebut (Tim Arkeolog- red), DKOKP Kota Cirebon meminta kepada pemilik lahan dan pengembang agar secepatnya merekonstruksi atau dibangun kembali situs matangaji seperti semula.

“Kami minta pemilik lahan dan pengembang secepatnya bangun kembali situs tersebut. Jangan ada aktivitas lainnya selain membangun situs,” tegasnya.

Agus meminta kepada semua pihak bilamana ditemukan yang diduga situs atau cagar budaya lainnya tolong diamankan terlebih dahulu jangan sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti seperti kasus situs matangaji.

Sementara itu, Budayawan dan Sejarawan Cirebon Jajat Sudrajat mengatakan bahwa keputusan dari tim peniliti Balai Arkeolog Jawa Barat patut diberikan apresiasi, sehingga jelas bahwa disana ada jejak aktivitas budaya pada saat itu.

Jajat menjelaskan, kalau mengacu pada kronologis sejarah, pada tahun – tahun segitu kebetulan jenis bata dan strukturnya sama pada jaman Sultan Matangaji.

“Secara kebetulan nama Melangse diambil dari salah satu tempat bertawasul di Goa Sunyaragi yaitu Goa Langse,” jelasnya.

Ia meminta pemilik tanah dapat mengembalikan posisi situs matangaji tersebut seperti semula.

Soal adanya perkataan musyrik pada situs tersebut, dirinya menegaskan jangan kaitkan agama dengan sejarah, tradisi dan budaya. Tetapi tradisi, sejarah dan budaya tidak bisa dilepaskan dari agama.

“Penyebaran agama Islam di tanah Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya menggunakan adat, tradisi, sejarah dan budaya. Jadi jangan dikait – kaitkan,” tandasnya. (Kris)