Tim Gabungan Tolak Peti Turun Kelapangan, Bakar Excavator Dan Amankan Empat Pelaku

0
600

BUNGO-Keseriusan Tim Terpadu Kabupaten dalam memberantas penambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan alat berat di dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, bukan hanya isapan jempol belaka.

Dalam giat Minggu (21/06/2020) , selain Bupati Bungo, juga ada Dandim 0416/Bute Letkol lnf. Widi Rahman, SH, M.Si, Kasat Intel Polres Bungo, Kepala BPBD Bungo Tobroni, Kasat Pol PP Bungo Indones, Kabid KSDA Kabupaten Bungo Alpianto STMT, Pasi lntel Kodim 0416/Bute Kapten Czi Redno S, Camat Pelepat, Anggota Kodim 0416/Bute, Anggota Satpol PP Kab. Bungo, Anggota Dinas Lingkungan Hidup, dan Anggota Basarnas serta unsur terkait lainnya turun ke lokasi yang masih melakukan aktifitas peti.

Pada razia ini tim berhasil mendapatkan 2 (dua) unit excavator dimana 1 unit excavator Dusan langsung dibakar oleh masyarakat di lokasi dan 1 unit excavator komatsu diamankan alat komputernya oleh personil Kodim 0416/Bute agar alat tidak dapat bekerja.

Selain kedua alat berat yang ditemukan, juga berhasil diamankan 4 (empat) orang pekerja peti yaitu  Busri (40) tahun, alamat Dusun Tanjung Putus Tabir, Herman (42) tahun, alamat Dusun Tanjung Putus Tabir, Rudi (25) tahun, M. Kibul dan Ijen (30) tahun alamat Sijunjung.

Bupati Bungo, H Mashuri mengatakan, setelah deklarasi dan penandatanganan anti PETI pada 12 Juni kemarin. Bahwa tim terpadu berkomitmen memberantas aktivitas PETI menggunakan alat berat di Batu Kerbau. Karena kegiatan seperti itu sangat merusak lingkungan.

“Sebelumnya memang ada laporan dari masyarakat dusun Batu Kerbau bahwa, masih ada lima excavator di sana masih bekerja untuk penambangan emas tanpa izin. Bersama tim terpadu kita menuju ke dusun Batu Kerbau,” kata Bupati.

Jadi kata Mashuri, komitmen masyaralat dusun Batu Kerbau juga sudah terbukti karena melihat aktivitas PETI masih berjalan dilaporkan kepada tim terpadu.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Bungo. Kami menghimbau agar kedepan tidak ada lagi aktivitas PETI di wilayah Batu Kerbau. Untuk proses hukum kita serahkan kepada Kepolisian,” ujar Mashuri

(Rena)