Tim Bulutangkis Indonesia, Tiba di Desa Atlet Olimpiade 2020

0
55

TOKYO,- Tim Bulutangkis Indonesia telah sampai di Desa Atlet Olimpiade 2020 Tokyo yang terletak di Harumi, distrik di Pulau Chuo, Tokyo, Senin (19/07/2021).

Setibanya di sana, tim yang terdiri daei 20 personil ini disambut langsung oleh Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo Rosan P Roeslani.

Dari 20 orang, atlet berjumlah 11 orang, 2 sparring partner, 5 pelatih, 1 pelatih teknis, serta 1 manajer. Mereka tiba di Desa Atlet setelah menempuh penerbangan selama 1 jam 50 menit dari Kumamoto.

Dikutip dari beberapa sumber, sebelum tiba ke Desa Atlet, Tim bulu tangkis Indonesia telah berada di Jepang sejak 8 Juli.

“Alhamdulillah Tim Bulu Tangkis Indonesia sudah tiba di Desa Atlet dan bergabung bersama kami. Tadi pelatih sempat mengatakan training camp di Kumamoto lancar dan mereka berlatih dengan protokol yang sangat ketat. Pemain bulu tangkis kita juga mendapat pengalaman positif dari TC di Kumamoto,” kata Rosan dalam rilis KOI.

Atlet-atlet Indonesia menempati satu lantai di Kawasan Desa Atlet, tepatnya di Lantai 16 Tower 5. Tim Indonesia juga membuka posko di Desa Atlet dengan tim dokter kontingen yang siaga 24 jam.

“Semua atlet dalam kondisi sehat dan kami di sini juga diuji saliva setiap hari sebagai langkah mitigasi yang dilakukan TOCOG,” sambung Rosan.

“Sudah ada beberapa atlet (cobar lain) kita juga yang latihan, yakni panahan dan angkat besi. Sisanya masih menunggu jadwal. Meskipun statusnya karantina tiga hari, yang perlu diingat ini sistem bubble sehingga TOCOG (panitia penyelenggara) mengizinkan atlet kita berlatih saat lapangan latihan kosong,” sambungnya.

TOCOG menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh kontingen yang berpartisipasi di multi event paling bergengsi sedunia kali ini. Salah satunya menyediakan tempat khusus dining hall untuk kontingen yang masuk Grup I dan Grup II.

“Kami disediakan ruangan khusus di lantai 2 dining hall, tetapi itu selama tiga hari awal saja. Meja juga dipisahkan satu-satu dengan shield dan saat ingin mengambil makanan juga disediakan gloves. Jadi TOCOG memang benar-benar memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik,” tutupnya. (Net/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here