Tiket Mudik KA Pangrango Bisa Dipesan Per Bulan Mei

0
498

KOTA SUKABUMI.- Meski pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri masih 3 bulan kedepan, namun PT KAI (Kereta Api Indonesia) mulai mempersiapkan tiket khusus untuk KA (Kereta Api) Pangrango Sukabumi – Bogor guna persiapan arus mudik dan arus balik libur panjang Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 5-6 Juni 2019 mendatang.

Kepala Stasiun KA Sukabumi saat ditemui di kantornya Jalan Stasiun Timur Cikole Kota Sukabumi Jum’at (1/3/19), Heru Salam mengatakan, pihaknya akan menerapkan penjualan tiket khusus mengangkut para pemudik tersebut mulai tanggal 6 Mei 2019 atau H-30 sebelum pelaksanaan lebaran Idul Fitri.

“Tepat pada pukul 00.00 tertanggal 6 Mei 2019 nanti, masyarakat mulai dapat memesan melalui website resmi (kai.id) atau KAI Acces, hal ini untuk mempermudah pelayanan PT KAI terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, pemesanan tiket KA Pangrango secara online tersebut dilakukan secara bertahap sesuai jadwal keberangkatan calon pemudik. Dan untuk channel eksternal menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing mitra penjualan tiket KAI serta Memperhatikan hari libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Perkiraan puncak Arus Mudik akan terjadi pada 29 Mei 2019 atau H-7 dan puncak Arus Balik diperkirakan akan terjadi pada 9 Juni 2019 atau H+3,” paparnya.

Adapun tekhnis pemesanan tiket KA Pangtango tersebut sebagai berikut, tanggal 6 – 15 Mei 2019, itu untuk pemesanan keberangakatan pada tanggal 26 Mei – 4 Juni 2019 dan untuk pemesanan tiket pada tanggal 16-17 Mei 2019, itu untuk keberangkatan tanggal  5-6 Juni 2019.

“Sementara, untuk penjualan tiket pada tanggal 18-27 Mei 2019 untuk keberangkatan pada tanggal 7-16 Juni 2019,” urainya.

Disinggung terkait dengan ada atau tidaknya penambahan jumlah KA Pangrango saat mudik lebaran nanti, Heru mengungkapkan, hal tersebut belum tedapat adanya informasi bahkan instruksi dari PT KAI Pusat.

“Belum diketahui ada atau tidak adanya penambahan KA untuk Sukabumi – Bogor, sepertinya situasional,” pungkasnya. (Eko Arief)