Tiga Tahun Terakhir, Penderita Stunting di Kabupaten Cirebon Menurun

0
437

KABUPATEN CIREBON.- Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat angka jumlah penderita stunting mencapai 15.765 orang di Tahun 2018. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dari tahun ke tahun. Jumlah penderita Stunting di Kabupaten Cirebon per tahun 2018 adalah 15. 765 orang. Jumlah tersebut menurun dari dua tahun sebelumnya, yaitu 2017 mencapai 20.017 orangĀ  dan 24.626 orang di tahun 2016 lalu

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, menjelaskan, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis mulai dari empat bulan dalam kandungan hingga 1.000 hari di kehidupan pertama.

“Yang sudah terjadi stunting ini jangan sampai sakit, karena mereka daya tahan tubuhnya mudah terserang penyakit. Jadi stunting itu pertengahan antara gizi buruk dan gizi kurang,” kata Edi kepada awak media, Jumat (25/1/19).

Selain itu, masih kata Edi penanganan ini ada alokasi dana desa Rp 3,5 juta untuk pembelian alat pemeriksaan anak seperti timbangan berat badan.

“Di setiap tahunya Di stunting kita sudah turun 2 persen rata-rata . Kita juga mendapatkan alokasi dana Rp 4 miliar dari APBN dan Rp 2 miliar dari APBD. Itu belum termasuk bantuan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Cirebon Dicky Saromi mengatakan, Pemkab Cirebon menginginkan adanya integritas dari berbagai dinas yang berkaitan dalam penanganan stunting ini.

“Ini bagian dari komitmen kita. Stunting jangan dijadikan generasi yang tidak kompetitif. Karena mereka menjadikan prestasi belajarnya menurun dan cepat terserang penyakit karena kekebalan tubuhnya terganggu,” kata Dicky.

Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, namun dinas lainnya pula, semisal Dinas Pertanian dalam hal penyediaan pangan yang cukup bagi masyarakat.

Di Kabupaten Cirebon juga sudah melakukan berbagai program penanganan stunting mulai dari sosialisasi kepada pasangan yang belum menikah tentang pentingnnya gizi bagi bayi.

“Saya kira jajanan di sekolah pun juga harus bergizi. Jangan hanya membuat cepat kenyang tapi cepat lelah,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Cirebon sedang melakukan penanganan utama di 10 desa yaitu Desa Walahar, Desa Sinarancang, Desa Serang Kulon, Desa Sarabau, Desa Kudumulya, Desa Kudukeras, Desa Gempol, Desa Cipejeuh Wetan, Desa Bojongwetan, dan Desa Astanajapura. (Alfan)