Tidak Ada Pelanggaran Pidana di Baliho HRS

0
152

INAPOS, JAKARTA,- Dalam pemasangan baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) di sejumlah wilayah menurut Polri tidak ada ditemukan unsur perbuatan melawan hukum atau pelanggaran pidana dalam narasi sejumlah baliho tersebut.

Ratusan baliho bertuliskan seruan kepada umat agar melakukan revolusi akhlak tersebar di beberapa titik di Jakarta. Baliho itu diturunkan oleh tim gabungan TNI/Polri dan Pol PP

“Apa peristiwa pidananya? Semuanya dari situ berasal. Pakai peristiwa pidananya dulu, atau ada perbuatan melawan hukum apa? Ada laporannya, enggak?” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan, Kamis (26/11).

Awi menjelaskan bahwa aparat penegak hukum memiliki sejumlah aturan yang mengikat dalam penanganan suatu perkara. Di mana, ada sejumlah delik-delik yang harus dipenuhi sebelum mengusut sebuah kasus tertentu.

Dalam hal ini, kata Awi, pihaknya berpedoman pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta beberapa aturan lain.

“Polri bekerja sebagai penegak hukum, kami juga ada aturannya,” ucap dia.

Namun demikian, Dia menuturkan bahwa pihaknya tetap akan membantu Satpol PP apabila memang menemukan pelanggaran aturan daerah dalam pemasangan baliho di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa setiap institusi sudah memiliki tupoksinya masing-masing sehingga memerlukan koordinasi antarlembaga.

“Kita proporsional saja terkait dengan masalah-masalah pemasangan spanduk,” katanya.

“Perlu digaris bawahi itu adalah penertiban spanduk itu ada aturannya di Perda masing-masing daerah. Penegak hukumnya siapa, adalah Satpol PP,” tambahnya lagi. (Red)