Jakarta.- Terkait dengan red notice dan surat keterangan bebas corona oleh Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri serta Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

Aliansi Pemuda Jakarta (APJ) menggugat dengan ini kami sampaikan pernyataan resmi terkait kasus red notice kepada buronan Djoko Tjandra oleh Korwas PPNS Bareskrim Polri.

Ade Selon selaku Koordinator Pusat (Korpus APJ) menilai, “ada perwira tinggi Polri yang ikut terlibat dalam kasus ini, selain Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri,” katanya di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Maka dari itu kami Aliansi Pemuda Jakarta menyatakan sikap tegas, untuk mendorong penuh bapak Kapolri Jenderal Pol Dr. Drs Idham Azis M.Si segara mengusut dan adili Perwira tinggi Polri yang ikut terlibat dalam kasus red notice pada buronan Djoko Tjandra.

“Kapolri segera melakukan evaluasi juga mereformasi serta bersih-bersih di tubuh Polri. Kami berpandangan, kasus tersebut sangat memalukan dan mencoreng citra Polri,” tegas Ade.

Segera Kapolri mereformasi dan bersih-bersih di tubuh Polri usut tuntas dan adili Perwira tinggi Polri yang diduga terlibat dalam skandal kasus red notice buronan Djokro Tjandra, karena sudah jelas menodai citra dan marwah Bhayangkara.

Lebih lanjut, Ade Selon pun menegaskan agar adanya sanksi tegas bagi anggota yang terlibat. Sangat ironis seorang buronan yang paling dicari bangsa Indonesia bukannya ditangkap Bareskrim Polri, tapi malah dijadikan konsultan, dengan alamat juga di kantor Bareskrim di Jalan Turonojoyo No 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sungguh luar biasa kinerja Bareskrim Polri ini.

“Bila tidak diindahkan maka kami Aliansi Pemuda Jakarta dengan ini akan mengelar aksi akbar di Mabes Polri pada tanggal 28 Juli 2020,” pungkasnya. (El)