Terkait Pilkades, Merasa Dizolimi Azwan Akan Lakukan Protes

0
384

Terkait Pilkades, Merasa Dizolimi Azwan Akan Lakukan Protes

INAPOS, Babel –  Salah satu bakal calon (Balon) Kepala Desa Lenggang, Azwan merasa dizolimi oleh panitia pelaksana. Menurutnya, proses tahapan Pilkades terlalu terburu-buru, sehingga dirinya merasa dirugikan atas Hak konstitusinya.

Penyerahan berkas pendaftaran Balon Kepala Desa merupakan bagian Tahapan proses Administrasi Pilkades serentak, yang akan di gelar pada 9 April 2020 Mendatang.

Akibat hal tersebut, Azwan merasa sangat kecewa, atas perlakuan panitia penyelengara pemilihan kepala Desa Lenggang.

Pasalnya, menurut dia, waktu hari terakhir penyerahan berkas tertanggal 23 Januari 2020 sudah di terima dari panitia. Namun, setelah beberapa jam kemudian, di hari dan tanggal yang sama, berkas persyaratan Azwan dinyatakan Tidak memenuhi syarat, dan dinyatakan diskualifikasi.

“Kelengkapan berkas sudah semua di urus, karena status saya sebagai Pegawai Negeri Sipil, tentunya sebagai mana peraturan yang ada, saya harus mengurus surat persetujuan dari pimpinan dan Instansi terkait, mengingat pada waktu itu Bupati tidak ada di Tempat maka berkas belum dapat di tanda tangani, namun SK sudah di buat,” beber Azwan.

Karena itu, Azwan rencananya akan melaporkan persoalan ini kepada pemeritah Daerah dan Instansi terkait, untuk meminta keadilan. Dia tak ingin kedepannya ada lagi korban seperti dirinya.

Sementara itu, pemerhati hukum, Safrudin mengatakan, kalau memperhatikan peraturan Bupati nomor 9 Tahun 2016, sebagai aturan teknis dari pilkades serentak, maka antara proses penjaringan dan penyaringan sampai dengan penetapan bakal calon ada limitasi waktu.

“Setelah berkas diserahkan dan diterima oleh panitia Pilkades, selanjutnya untuk diteliti sampai dengan tahapan penetapan,  panitia pemilihan memiliki waktu 20 hari kedepannya, untuk menetapkan bakal calon untuk menjadi calon beserta nomor urut,” ulas Safrudin.

“Menghilangkan Hak konstitusi orang lain merupakan pelangaran Hukum, dan dapat dipidana,” tambahnya.  (mulyadi/ imron)