Terkait Insiden SJ 182, Sriwijaya Air Bersama PT Jasa Raharja Sudah Berikan Kewajibanya Berupa Santunan Senilai 1,5 Miliar Terhadap 39 Ahli Waris

0
102

CIREBON.- PT Jasa Raharja (Persero) Asuransi BUMN dan Sriwijaya Air sudah memberikan santunan kepada 39 ahli waris dan pihak Sriwijaya Air juga sudah memberikan kepada 1 ahli waris dan akan menyusul 5 ahli waris lagi yang akan segera menerima santunan.

Masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan pesawat sebagai moda transportasi untuk berpergian karena dari waktu ke waktu semua pihak terkait akan semakin memperbaiki agar ke depan tidak terjadi kejadian seperti itu di masa yg akan datang.

Moda transportasi jalur udara masih terbilang yang paling aman jika dilihat dari intensitas terjadinya kecelakaan. Pesawat merupakan salah satu moda transportasi andalan masyarakat Indonesia. Kecepatan dan ketepatan waktu hingga harga tiket yang terjangkau menjadi keunggulan moda transportasi ini. Pengamat penerbangan Alvin Lie, mengatakan kejadian kecelakaan yang terjadi tidak akan mempengaruhi jumlah penumpang pesawat saat ini.

Dengan demikian saya mengajak masyarakat untuk tetap menggunakan pesawat sebagai moda transportasi pilihan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak mengalami kecelakaan pada Sabtu, (9/11) lalu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menjelaskan kronologi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak dan dipastikan jatuh. Tim penyelam berhasil menemukan kotak hitam rekaman penerbangan atau flight data recorder (FDR) tiga hari setelah jatuhnya pesawat. Sejumlah jenazah pun berhasil ditemukan dan diidentifikasi.

Saat ini, tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih berupaya melakukan pencarian korban, puing pesawat termasuk black box berupa cockpit voice recorder (CVR) atau rekaman percakapan di kokpit. Selang beberapa saat kemudian, Budi Karya memastikan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan kepulauan Seribu, tepatnya dekat dengan pulau Laki.

Berdasarkan situs Flight Radar 24, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang membawa 56 penumpang dan kru sempat berada di ketinggian 10.900 kaki sebelum hilang kontak. Kemudian, pesawat tersebut turun ke ketinggian 8.950 kaki, 5.400 kaki, hingga terakhir di 250 kaki.

Pada tanggal (21/01/21) pkl 12.46 WIB Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Namun pencarian CVR tetap di jalankan. Tercatat hingga minggu (24/01/21), tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 325 kantong berisi bagian tubuh atau body part, 68 kantong berisi serpihan kecil pesawat dan 55 bagian besar badan pesawat tim DVI Polri juga telah berhasil mengidentifikasi 43 korban dan 32 jenazah sudah deserahkan kepaada pihak keluarga korban.

Salah satu dampak yang disebabkan oleh jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 yaitu penurunan harga tiket pesawat. Seperti yang dilansir dari beberapa media(13/01/21), masyarakat takut untuk menggunakan pesawat. Bahkan beberapa maskapai pun menurunkan harga domestik. Belum diketahui dengan jelas pemyebab penurunan harga tiket tersebut. Namun sebagian orang berpendapat imbas dari jatuhnya Sriwijaya Air SJ182.

Penulis

Nama : Ikbal Maulana

NIM : 180210028

Adalah mahasiswa Program Studi D3 Kehumasan Transportasi Udara Universitas Muhammadiyah Cirebon semester V.