Terkait Dugaan Kejahatan Lingkungan, GRIB Kab Cirebon Akan Laporkan PT. MAS Ke Pihak Berwajib

0
2787
KABUPATEN CIREBON.- Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi kepemudaan GRIB Kabupaten Cirebon menggruduk PT. Makmur Artha Sejahtera yang beralamat di jalan Ki Ageng Tapa No. 168 Desa Astapada, Kabupaten Cirebon, Jum’at (5/10).

Mereka mempertanyakan terkait permasalahan pencemaran Limbah yang dihasilkan PT. Makmur Artha Sejahtera sejak tahun 2015 akan tetapi sampai saat ini diduga teguran dari dinas terkait belum dilaksanakan oleh pihak perusahaan tersebut.
Menurut Humas GRIB Kabupaten Cirebon Muhadi mengatakan, pihaknya mempertanyakan sejauh mana hasil rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup bahwa PT. Makmur Artha Sejahtera belum memenuhi semua persyaratan terkait masalah limbah yang sudah mencemari sungai yang ada di Desa Astapada yaitu sungai Cipatat dan Sungai Cipager.
“Dari tahun 2014 masyarakat mempertanyakan pencemaran limbah yang dihasilkan perusahaan ini mas,” ujar Muhadi kepada awak media.
Dirinya menyebutkan bahwa didalam
surat Badan Lingkungan Hidup dengan Nomor: 660.1287/PPL Tanggal 11 Juni 2015 perihal Penyelesaian Kasus Lingkungan Hidup PT. Makmur Artha Sejahtera dan hasil rapat penyelesaian kasus Iingkungan hidup pada tanggai 15 Juni 2015 di kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Cirebon, bahwa PT. Makmur Artha Sejahtera belum pernah membuat laporan pelaksanaan pengelolaan UKL-UPI secara periodik sesuai dengan ketentuan, belum memiliki dokumen izin pembuangan air limbah, Belum memiliki dokumen izin penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3), Tidak memiliki instalasi pengolahan air limba11(IPAL), air limbah proses produksi
dan produk kadaluarsa dibuang langsung ke saluran.
“Untuk itu, kami meminta kepada aparat terkait untuk menindak tegas pabrik yang sudah lalai dalam janji, akan membawa masalah ini ke ranah hukum tentang semua dugaan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT. Makmur Artha sejahtera ini,” tandasnya.
Sampai berita ini diturukan belum ada keterangan resmi dari Perusahaan tersebut. (Kris)