BENGKAYANG-Mendengar keluhan Nelayan Pukat Tradisional Dusun Sungai Soga Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya KabupatenBengkayang
-Kalbar Sekretaris Komisi II angkat bicara.

Farman,Sekretaris Komisi II DPDR Bengkayang  mengatakan,lamban nya proses penyelesaian tumpahnya batu bara pada pada 13 November 2021 yang lalu oleh Tongkang TB.APN 88/B6.APN 168,”sangat merugikan nelayan pesisir Kabupaten Bengkayang,”jelas Farman pada inapos.com.
Selas(28/12/2021)

Informasi yang didapat, menurut Farman.Mediasi Nelayan Pukat Tradisional Dusun Sungai Soga Desa Karimunting,Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang-Kalbar belum membuahkan hasil kesepakatan dari pihak pemasok batu bara di PLTU Kalbar I itu.

Menurut Farman.Tumpahnya batu bara di perairan tangkap nelayan pukat tradisional sungai soga sangat merugikan nelayan,apalagi hasil tangka nelayan tersebut tidak seperti biasa yang ada didapat hanya bongkahan batu bara ,”oleh karnanya kami dari Komisi II memandang perlu akan  mempertanyakan  permasalahan pada pihak pemasok batu bara PLTU Kalbar I,”sebut nya.

Mengacu pada UU No. 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air, sangat bertentangan  tumpah nya batu bara di perairan Konservasi Kabupaten Bengkayang dan sudah jelas diduga berpengaruh pada ekosistim di daerah perairan Konserpasi Kabupaten Bengkayang.

Beberapa waktu lalu Investigasi sudah dilaksanakan oleh Gakum Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan(KLHK) terjadwal pada 20 November 2021 dan dilanjutkan Investigasi 2 Desember 202.

Akantetapi sampai saat ini nelayan belum mengetahui informasi hasil laboratorium yang dijanjikan  KLHK

Meminta Kementerian LHK untuk serius  dan cepat menyelesikan permasalahan tumpah nya batu bara di perairan konservasi Kabupaten  Bengkayang agar nelayan bisa tau kebenaran yang terjadi,”sampai saat ini nelayan belum mengetahui  hasil laboratorium KLHK,”kata Kardi di pangkalan nelayan sungai soga

Kabar berita hasil Laboratorium masih dalam kajian dan menunggu keputusan dari KLHK.(Yulizar)