Terapi Cuci Otak, Vietnam Percayakan ke Dokter Terawan

0
198

JAKARTA, INAPOS – Indonesia dipercaya oleh Vietnam untuk melakukan pelayanan terhadap 1000 warga Vietnam yang akan menjalani terapi cuci otak  atau DSA (Digital Subtraction Angiography ) dari dr Terawan Agus Putranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

“Ini dalam rangka mengakomodir pemeriksaan kesehatan dan penanganan kesehatan, dalam hal ini tindakan DSA Treatmen untuk 1000 orang dari Vietnam dan tak kalah penting adalah menggalakan medical tourism,”kata  dr Terawan di RSPAD Jakarta, Senin (12/11/2018).

Terawan mengaku bahagia karena RSPAD dipercaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada sahababat-sahabat dari mancanegara. RSPAD akan memberikan yang terbaik dari yang dimiliki untuk bisa dirasakan pemanfaatannya oleh teman-teman dari manca negara, khususnya Vietnam.

“Saya percaya ini bukan kebetulan, tetapi ini berkah /berkat dari Tuhan yang maha kuasa. Mudah-mudahan ini adalah awal dari hal yang akan besar akan datang. Dimulai dari 1000, jadi 2000, jadi 3000. Kita biasa memulai dari 1, lah kok ini dari 1000.  Itu semua saya yakin berkah /anugerah dari yang maha kuasa,”ungkap dr Terawan.

Sementara itu Komisaris PT Clinique Suisse, Hariyanto mengatakan,apa yang telah dilakukan  RSPAD dalam hal ini oleh dr Terawan dengan treatmen DSA nya  telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, dan sebagaian dari masyarakat luar negeri.

Terkait medical tourism yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata  dan Kementerian Kesehatan, Hariyanto melihat ada satu peluang.  Dimana treatmen dari pada DSA ini dapat  menjadi salah satu unggulan yang dapat dijalankan oleh rumah sakit kepresidenan RSPAD untuk dapat menembus pasar mancanegara.

“Dalam hal ini, kami telah melakukan ujicoba. Kami sudah mendatangkan sebagian pasien dari Vietnam, pengusaha dan juga pejabat, dan ternayata dapat  menghasilkan hal yang luar biasa. Ini adalah satu bentuk “periklanan” dari mulut ke mulut, hingga banyak sekali orang yang berminat, sehingga kami mengajukan kepada dokter Terawan untuk melakukan kerjasama ini,”papar Hariyanto.

Hariyanto berharap dengan adanya kerjasama tersebut, maka dapat menggairahkan medical tourism di Indonesia, dan dapat mempererat hubungan bilateral antara Vietnam-Indonesia.

“Ini adalah salah satu bentuk kerjasama antara kedua negara dan dalam hal ini  mempunyai dampak langsung bagi medical tourism di Indonesia,”imbuhnya.

Hariyanto percaya bahwa  Indonesia tidak kalah dengan negara-negara tetangga. Indonesia mempunyai kemampuan yang tidak kalah dengan negara-negara lain di ASEAN dalam hal pengobatan.

Seperti diketahui, sudah banyak warga Indonesia yang berobat ke Singapura, lebih dari 200ribu orang. Mereka juga pergi ke Thailand, Malaysia dll.

“Kita tahu pengobatan DSA treatmen ini adalah salah satu keunggulan yang bisa dijual ke Mancanegara. Bahwa di Indonesia bisa dilakukan treatman dan memang hasilnya sudah banyak dilihat oleh masyarakat. Treatmen ini juga mempunyai jurnal –jurnal nasional maupun internasional, yaitu sebanyak 12 buah,”terang Hariyanto.

“Mudah-mudahan apa yang telah dicapai oleh Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD dapat menjadi tolok ukur bagi RS-RS lain untuk melakuan medical tourism.  Kami percaya berawal dari Vietnam, kami akan masuk ke negara-negara lain di Asean,”pungkas Hariyanto.(red)

 

 


Komentar Anda?