Telah Lahir JASMA seJakarta

0
469

Oleh M. Nigara

ALHAMDULILLAH, Ahad (13/1/19), para alumnus lebih dari 16 SMA seJakarta, akhirnya bersepakat membentuk relawan JASMA PADI (Jaringan Alumni SMA se-Jakarta) untuk Prabowo-Sandi. Memang bukan seluruh alumnus SMA, karena saudara-saudara kami ada juga yang memiliki pilihan lain. Sebagai saudara setanah air, kami menghormatinya begitu sebaliknya.

JASMA PADI yang dilahirkan di jalan Cisadane, Cikini, Jakarta adalah kelanjutan dari Deklarasi beberapa alumni SMAN yang dihadiri 450 di Hambalang, 22 Desember silam. Ketulusan Prabowo bail saat menerima mau pun mengucapkan kalimat singkat: “Terima kasih, kalian datang jauh-jauh, tidak saya undang, tidak saya beri makan apalagi uang saku. Kalian datang membawa makan dan minum sendiri, masih mau menyisihkan uang untuk tim pemenangan. Terima kasih,” katanya dengan tersendat seperti menahan sesuatu yang mendesak dari dadanya.

Jumlah uang yang tidak seberapa itu menurut Prabowo punya makna yang luar biasa. “Kalian saja menyadari bahwa republik ini butuh perubahan. Sekali lagi terima kasih!” pungkasnya.

Pertemuan indah yang dimotori Alumnus SMAN 12 yang tergabung dalam komunitas Bonsi 12-PAS 02, SMAN 8 kemunitas 08-02 PADI, SMAN 7 komunitas PAS-JALAK 7, SMAN 4 komunitas Polonia4, dan Granatc, itu berbuah manis. Maka, Ahad (13/1) siang, di antara rintik hujan dan sayup-sayup suara azan Ashar, alumni dari 16 SMA (sekali lagi tidak semua dari alamunus SMA-SMA yang sama) telah menyepakati membentuk relawan untuk membantu memenangkan Prabowo-Sandi. “Kami sadar ini sulit, tapi kita harus melakukannya untuk mengubah negeri ini menuju ke Indonesia yang adil dan makmur,” kata Dani Anwar, salah seorang senator kota Jakarta yang merupakan alumnus SMAN7 itu.

Ya, perjuangan memang selalu tidak mudah. Tapi, seperti ungkapan yang terkenal Man jadda wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil, tentu melalui pertolongan Allah). Nah, keseriusan atau kesungguhan itu akan mencapai titik kulminasi jika ada ketulusan atau keikhlasan. Terkait ketulusan atau keikhlasan itu yang menjadi kunci turunnya pertolongan Allah.

Orang sering lupa, kehadiran atau keikutsertaan sering dipersepsikan pada ketulusan atau keikhlasan. Orang sering menipu dengan menyatakan tulus-ikhlas, padahal Allah tidak mungkin ditipu. Bahkan, kita manusia juga sering tidak dapat ditipu.

Contoh yang paling baru adalah saat ada deklarasi yang mengatasnamakan sebuah universitas negeri di Jakarta, Sabtu (12/1). Para peserta diklaim sebagai alumni, ee tak lama setelah acara berakhir, beredar rekaman video di medsos ada sekelompok peserta dengan kaos yang sama dan di tempat yang sama sedang ‘berebut’ nasi bungkus. Setelah di dekati dan ditanya tentulah mereka bukan alumni. Mereka mengaku dari satu tempat di pinggiran Jakarta dan datang karena diajak dan seterusnya.

Nah, jika kita manusia saja tidak bisa tertipu, apalagi sang Khalik. Untuk itu, jika JASMA-PADI ingin mengantarkan Prabowo-Sandi memimpin negeri, maka tentu saja kesungguhan itu harus bisa dibuktikan. Hanya dengan kesungguhan, ketulusan, dan keikhlasanlah tangan-tangan Allah akan menolong kita.

Diharapkan kedepan JASMA PADI akan terus bertambah bukan hanya se Jakarta, tapi meluas hingga nasional. Dan, JASMA PADI tidak hanya akan bergerak di media sosial tapi juga melakukan kegiatan nyata di masyarakat. Yang paling dekat JASMA PADI akan ikut dalam aksi Alumni SMA 08-02 PADI yang akan Baksos kesehatan.

Sekali lagi, pasti tidak seluruh alumni SMA yang saya sebutkan di bawah ini memilih yang sama seperti kami. Untuk itu, kami menghormatinya demikian sebaliknya. Inilah daftar alumni 16 SMA se Jakarta yang telah bersepakat bergabung dengan JASMA-PADI:
SMAN 7, SMAN 12, SMAN 8, SMAN 4, SMAN 3, SMAN 1, SMAN 20, SMAN 23, SMAN 24, SMAN 35, SMAN 50, SMAN 61, SMAN 70, SMA 78, SMA Muhammadiyah, STM Pembangunan.

Semoga Allah meridhoi, aamiin.


Komentar Anda?