Tatang Kecewa, Pelaku Dituntut 1 Tahun Penjara

0
221

INAPOS, JAKARTA,- Pengadilan Negeri Jakarta Barat menggelar sidang pembelaan (pledoi) Rabu,15/1-2020 atas kasus pencemaran nama baik, body shaming dan mengancaman pidana UU ITE no.perkara 882/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Brt.

Duduk sebagai terdakwa Vivi Nathalia yang pada sidang sebelumnya dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Dalam pembelaannya Vivi mengatakan postingan yang dibuatkan pada media sosial facebook dan whatsapp adalah upaya membela diri karena diperdaya oleh Tatang. Tatang ditulisnya sebagai perampok, penipu, mencuri / menggelapkan uang perusahaan, punya banyak wanita simpanan, mengambil mobil Fortuner, Pajero, Kuda, Camry dan meminta suaminya untuk menandatangani blanko perjanjian. Tatang disebut juga sebagai broker moneygame dan menjadi rekanan Hary Suwanda.

Tatang dengan tegas membantah semua tuduhan itu, tidak pernah ada Laporan Polisi atau Putusan Pengadilan untuk membuktikan bahwa tuduhan ini benar. Tatang menantang Vivi untuk membuktikan tuduhan fitnah tersebut di atas pada Pengadilan yang akan datang. Jadi tuduhan2 ini adalah FITNAH.

Kepada pers , Tatang mengklaim mempunyai ratusan lembar bukti2 , rekaman CCTV, audio , perjanjian akta notaris, bukti saksi akan dibayar untuk mengarang cerita dan bukti2 lain. Jumlahnya banyak sekali.

Menurut Tatang, postingan yang dibuat Vivi sudah sangat keterlaluan, yaitu dengan kata-kata tidak pantas penghinaan, bodyshaming, bahkan Vivi mengancam ingin menghancurkan hidup Tatang seperti

“Kalo ga minta tolong mereka, lo dijamin viral seindonesia, dan lo gak bakalan bisa cari makan disini lagi Bro! “ , “g bakal pake segala koneksi & kekuatan yg g punya buat hancurin mata pencaharian & hidup lo!”, “g adalah Ratu Tega” , “saya dengan segala senang hati akan memperlakukan anda seperti binatang”, “gw jenggut rambut nya sampe jatoh” , “g sepak mukanya pakek tendangan bayangan”. “gemes pengen g cakar mukanya”

Bahkan Tatang dengan kondisi fisiknya yang kurang beruntung, dibully oleh Vivi dengan kalimat “kasihan karena sodaranya gak bakalan bisa kerja ke org lain karena cacat (polio)”, “g juga bilang orang cacat sadis2” , “Orangnya cacat kok ditendang juga nyungsep”.

Diduga Vivi Nathalia menggunakan kekuatan uang untuk kasus ini dengan menuliskan “Ko Andy punya uang, g pun punya uang. Lo tau kan the power of money?”

Tatang (52) kecewa tuntutan terlalu rendah mengingat kasus pencemaran nama baik lain dengan bukti satu lembar saja dihukum lebih dari 1 tahun penjara .

Kasus ini bermula dari urusan hutang piutang, Vivi menuduh Tatang (52) tidak mau membayar hutang. Tatang membantah sambil menunjukkan beberapa bukti transfer bayar hutang dengan cara dicicil.

Tatang kecewa tuntutannya terlalu rendah. Tatang berharap majelis hakim yang diketuai oleh hakim Agus Setiawan memutus kasus ini dengan adil, mengingat kasus pencemaran nama baik lain dengan bukti satu lembar saja dihukum lebih dari 1 tahun penjara, apalagi ada ratusan kata-kata yang diposting Vivi, bahkan Vivi juga memposting hal-hal negatif di tokoonline milik Tatang sehingga tokonya menjadi sepi. Sepertinya Vivi ingin menghancurkan hidup dan mata pencaharian Tatang sebagaimana yang ditulisnya.

Tatang yakin aparat hukum akan bekerja Profesional, supaya Kejujuran, Kebenaran, dan Supremasi Hukum tetap Tegak di Indonesia, “Tutup Tatang. (Jaenal)