Tanpa Sebab Yang Jelas, Seorang Warga Dianiaya Hingga Tewas

0
591

HALUT – Minggu malam kemarin sekitar pukul 23.00 WIT (19/8/2018), warga Desa Katana, kecamatan Tobelo Timur telah di hebohkan dengan peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

 

Berdasarkan informasi yang diterima dari bagian Humas Polres Halut yakni pada pukul 23.00WIT KA SPKT Resort Halut Bripka Juljekson Manila, mendapat laporan (via telp) dari salah satu warga desa katana bahwa telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadap Heng Masdandiko (46thn/korban) di Desa Katana. Kemudian KA SPKT langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Tobelo Selatan untuk memastikan laporan dari kejadian tersebut.

Pada saat itu juga, Kapolsek Tobelo Selatan (Tobsel), Iptu J Sariwating langsung mendatangi Mako Polres Halut guna untuk meminta backup dari piket Sabhara dan piket lainnya untuk turun ke TKP guna memastikan peristiwa tersebut, dan pada pukul 24.00WIT, Kapolsek bersama personil gabungan Resintel dibawa pimpinan KBO Reskrim Resort Halut IPDA Aktuin Moniharapon menuju ke TKP untuk mengamankan pelaku dengan insial EK (42thn).

Menurutnya, Sesampainya di TKP, korban ditemukan sudah tidak bernyawa alias meninggal dunia sehingga Kapolsek bersama Tim gabungan langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo dengan menggunakan mobil ambulance. Dan kini pelaku sudah diamankan mengingat keluarga korban masih dalam keadaan emosi dan berduka

Informasi yang dihimpun media ini, kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi yakni Apolos Makoro (ipar korban/saksi) dalam keterangannya mengatakan, pada pukul 23.00 WIT, pelaku datang ke rumah korban dengan maksud ingin menemui korban namun setelah sampai di rumah pelaku menemukan korban sudah dalam keadaan tidur, tanpa berbicara pelaku pun langsung masuk ke kamar dan langsung mengambil sebuah parang dan penganiayaanpun tak terelakan lagi.

” Saya Melihat pelaku mengambil parang saya pun merasa ketakutan dan langsung lari melewati jendela untuk mengamankan diri, ” Ujarnya.

Sementara itu menurut keterangan dari saksi lain Adriana Masnandifo (kakak korban) bahwa saat itu ia dan suaminya sudah dalam keadaan tidur tiba-tiba dirinya mendengar ada suara yang menyerupai suara benturan benda tumpul ke tubuh seseorang, karena merasa penasaran ia pun langsung keluar dari kamar untuk mengecek hal tersebut.

Setelah sampai di depan pintu kamar ia melihat secara langsung pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan sebilah parang dan mengayunkan secara berulang-ulang kali ke arah tubuh korban. Bahkan pelaku mengancam akan membunuh kakak korban.

” Saya diancam akan di bunuh. Karena merasa takut saya langsung lari dan mengamankan diri sambil berteriak meminta tolong ke tetangga sekitar rumah, ” ujarnya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak polres Halut, terkait motif dari kejadian tersebut. Karena selain berprofesi yang sama sebagai petani, hubungan antara korban dan pelaku sangat baik. (min)